ARTIKEL TERBARU

BHAGAWAD GITA

Bab 18 – Kata Terakhir [ page 5 ]

51. Penuh dengan pengertian yang bersih, secara tegar mengendalikan dirinya, menjauhi suara dan obyek-obyek sensual (indra-indra dan obyek-obyeknya), melepaskan rasa senang dan rasa benci akan...

Bab 06 – Jalan Meditasi [ page 1 ]

Bersabdalah Yang Maha Pengasih: 1. Seseorang yang mengerjakan kewajiban yang harus dilakukannya, tetapi tanpa menuntut keuntungan, tanpa pamrih, maka orang itu adalah seorang sanyasi dan...

Bab 18 – Kata Terakhir [ page 3 ]

18. Pengetahuan, obyek pengetahuan (hal-hal yang diketahui), subyek yang mengetahui (yang mengetahui), adalah tiga unsur stimulus ke arah setiap tindakan. Sang alat, tindakan, dan sang...

Bab 04 – Doktrin (ajaran) Rahasia [ page 2 ]

11. Jalan apapun yang diambil seseorang untuk mencapaiKu, Kusambut mereka sesuai dengan jalannya, karena jalan yang diambil setiap orang di setiap sisi adalah jalanKu...

Empat Tipe Perempuan Jawa Kuno

oleh : Risa Herdahita Putri Perempuan Jawa Kuno dibagi dalam empat tipe, dari paling utama sampai paling buruk. KEN Angrok terperangah ketika tanpa sengaja melihat betis Ken Dedes....

Putru Saji Tarpana

OÝ AWIGNA ASTU NAMASIDA. IKI KRAMANING PUTRU SAJI TARPANA Wnang uncarakna ritatkalaning ngaskara Sanghyang Pirata, lwirnya: yan karya ngaben, benjang palêbon ngadaslêmah, uncarakna; yaning makirim, yadyan ring pangrorasan. Irika...

Sadpada Ngisep Kembang

Tuntunan Pamuspan

Pupuh Warga Sari

Kidung Pitra Yadnya

MAJAPAHIT

Pupuh Sinom Prabu Senapati Salya

Pupuh sinom wantah silih sinunggil Kasusastran Bali Purwa sane ngeranjing ring kategori Tembang Macapat utawi Sekar Alit. Pupuh Sinom kaiket antuk aturan pada...

Geguritan Gurun Lutung

Geguritan Dyah Satyawati

Pupuh Dangdang Gula

Geguritan Arya Tangkas

SUARAMANTRA

ART BY MANTRA ARDHANA

DHARMA YATRA

PARIKRAMAN PEMANGKU

Anglukat Bebantenan ( seha )

ANGLUKAT BEBANTENAN ( seha ) PARIKRAMANING PAMANGKU Inilah PARIKRAMANING Kl PAMANGKU PURA tatkala menggelar puja-stawa-mantra dan seha (sontengan) dalam mengantar Persembahyangan Umum pada Pura Parhyangan Sakti...

Bunga Yang Baik Di Pakai Sembahyang

Bunga; "kembang" atau "sekar" yang digunakan sebagai sarana sembahyang danupacara yadnya disebutkan adalah lambang kesucian, sehingga diusahakan bunga seperti berikut : Segar,  Bersih, dan  Harum,  sebagaimana dijelaskan dalam kutipan artikel kramaning sembah dalam...

Ngaturang Pebersihan ( Kerik Kramas )

NGATURANG PEBERSIHAN /KRIK KRAMAS Ngetisang banten tirta pebersihan: OM ANG UNG MANG SARAYU PAWITRAM PARAMA SARASWATYAM TIGA JNANA SUKLA YA NAMAH SWAHA. OM APAWITRAM PAWITRANAM, SARWA GANGGA GOTAPIWAH, JAMSTRI PUNDARIKAKSAH, SABAYA BHYANTARA SUCIH. Krik...

Mendak ngubeng betara

MOHON BETARA TURUN SESUAI DENGAN PURA YANG BERSANGKUTAN (ISTA DEWATA, UTPETI, STITI/ ADEKU). Mendak Ngubeng. Purwa. OM ISWARA PURWA DESANCA, TEJO MAYA SWETA RUPAM, AMERTHA RAKTA YA SAMPURNAM, SARWA JAGAT...

Yajña Sesa

Tujuan Yajña Sesa oleh : Made Murti Sebagaimana halnya dalama pelaksanaan Yajña-Yajña yang lainnya, seperti : Dewa Yajña, Rsi Yajña, Pitra Yajña, Manusa Yajña, Bhuta Yajña,...

Maha Mrityunjaya Mantra

Dua mantra besar Veda adalah mantra Gayatri dan Maha Mrityunjaya Mantra. Gayatri mantra, dengan menciptakan getaran kuat, menghilangkan kesedihan yang lahir dari ketidaktahuan. Ini...

Ngayaban Banten ( ke Luhur )

ACARA MENGAYABKAN (MENGHATUR-KAN) BANTEN SAJIAN KE LUHUR (Dewa Bhatara) Acara mengayabkan banten ke luhur (Dewa Bhatara) Pada acara persembahyangan harian Mengundang Dewa saksi Mengundang Dewa saksi (aspek Hyang Widhi...

Melukat

Kata Melukat adalah berasal dari bahasa jawa kuno yaitu lukat yang artinya bersih, melukat yang simpel bisa kita laksanakan pada mata air /aliran sungai...

Tuntunan Pamuspan

I. Tri Sandhya a. asana : ngambil genah, malinggih masila /matimpuh b. pranayama : mangatur angsengan(angkihan) c. kara sudana : nyuciang tangan, mantram tangan tengen (tengawan): Om suddha...

KERAJAAN MAHABHARATA

Uttara Kuru

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Uttara Kuru berada di sebelah utara Himalaya. Kerajaan tersebut berbeda dengan kerajaan Dinasti Kuru yang dipimpin oleh Korawa dan Pandawa. Beberapa sejarawan mengidentifikasi...

Rishika

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Rishika merupakan kerajaan yang dihuni bangsa Rishika dari wilayah Utara Himalaya dan mereka memiliki hubungan yang terbatas dengan kerajaan India lainnya. Kerajaan tersebut...

Trigarta

Kerajaan Mahabaratha
Tiongkok Kerajaan Trigarta merupakan salah satu kerajaan yang muncul dalam kisah epik Mahabharata. Mahabharata menguraikan dua Kerajaan Trigarta yang berbeda, yang satu berada di barat...

Wangga

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Wangga (ejaan Sansekerta: Vanga) merupakan kerajaan yang terletak di wilayah India Timur, yang mana di masa sekarang bernama Benggala. Bangsa di sana merupakan...

PANDUAN RINGKAS MEBANTEN

Panduan rinkas mebanten [ bab 1 ]

Bab 1 TUJUAN LUHUR MEBANTEN Tujuan tertinggi dalam ajaran Hindu yang diharapkan dapat tercapai bagi semua mahluk adalah “moksartham jagadhita ya ca iti dharma”, yang berarti...

Panduan rinkas mebanten [ bab 2 ]

Bab 2 TRI MANGGALANING YADNYA Persembahan yang baik adalah persembahan yang memiliki kualitas kesucian. Karena dengan kualitas yang suci barulah persembahan bisa menjadi segel suci...

Panduan rinkas mebanten [ bab 3 ]

Bab 3 WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEBANTEN Kegiatan kita melaksanakan mebanten di lingkungan masing-masing sebagai jagadhita dharma, akan lebih baik jika dilaksanakan sesuai dengan putaran...

Panduan rinkas mebanten [ bab 4 ]

Bab 4 TEMPAT-TEMPAT MEBANTEN Kita mengetahui bahwa terkait mebanten, ada bentuk tradisi dan tattwa yang berbeda-beda diantara satu daerah dan daerah lainnya. Terdapat berbagai ragam...

RAMAYANA

Tataka

Dasarata

Maricha

Ahalya

Urmila

CERITA MAHABHARATA

TOKOH DALAM CERITA MAHABHARATA

SUPPORT US BY VISITING MANTRA ARHANA INSTAGRAM