Bab 10 – Alam Semesta nan Suci dan Agung [ page 1 ]

306
bhagavad gita

1. Dengarlah lagi, oh Arjuna, sabda-sabdaKu yang agung dan suci. Terdorong oleh keinginanKu untuk berbuat baik bagimu, akan Ku beritahukan kepadamu, karena engkau adalah kesayanganKu.

2. Bukan saja para dewa tetapi para resi yang suci dan agung pun tidak tahu akan asal-usulKu, karena semua dewa-dewa dan orang-orang suci itu datang dariKu.
3. Seseorang yang mengenalKu – sebagai Yang Tak Dilahirkan, sebagai Yang Tak Bermula, Yang Maha Penguasa seluruh alam semesta ini — orang ini di antara, mereka yang dapat binasa, adalah seseorang yang tidak sesat dan bebas dari segala dosa.
Di bab sepuluh ini Sang Kreshna melanjutkan keterangan mengenai DiriNya Yang Sejati, yaitu Yang Maha Esa yang tak dapat diketahui asal-usulNya, bahkan para dewa dan orang-orang suci baik di masa silam maupun sekarang ini tidak pernah akan tahu akan hal ini. Tetapi seseorang yang sadar akan KekuasaanNya, maka diantara mereka yang dapat binasa di dunia ini (para dewa, manusia dan makhluk-makhluk lainnya), orang yang bijaksana ini dianggap Yang Maha Esa sebagai seorang yang sadar dan bebas dari segala dosa. Suatu pengakuan dan penghormatan yang besar sekali nilainya dari Yang Maha Esa. Yang Maha Esa adalah asal dari segala-galanya, termasuk para dewa dan orang-orang suci. Dalam ajaran Kristiani dikatakan tentang St. Paul yang pernah berkata, “Ia adalah tanpa kelahiran dan tanpa asal-mula.” MengenalNya dari sudut berbagai agama dan ajaran sebagai Yang Maha Agung Dan Suci berarti membebaskan diri kita dari segala dosa-dosa duniawi.
4. Melihat (menilai) dengan benar, ilmu pengetahuan, tidak-berilusi, pemaaf, tidak-berbohong, kendali-diri dan ketenangan, penderitaan dan kenikmatan, kelahiran dan kematian, ketakutan dan keberanian.
5. Tak menyakiti, kedamaian dalam segala situasi, rasa puas dengan apa yang ada, tekad ke arah spiritual, keinginan untuk memberi, kemasyhuran dan kehinaan — semua hal-hal yang berbeda dari makhluk-makhluk ini terpancar dariKu semata.
Yang Maha Esa bukan saja merupakan asal-usul alam semesta ini, Yang Tak Terlihat dan Tak Terbayangkan oteh kita, tetapi juga merupakan Kekuatan Maha Dahsyat Yang Tak Terbatas di alam semesta ini. Bukan saja Ia merupakan asal-usul yang baik-baik saja tetapi la juga pencipta yang tidak baik dan negatif sifatnya yang berada di dalam pikiran dan ulah para makhluk-makhluk dan manusia ciptaanNya. Apakah itu pikiran atau situasi yang menyenangkan dan menikmatkan ataukah itu yang menyusahkan dan membawa penderitaan. Apakah itu bersifat positif maupun sebaliknya, semua itu secara jujur diakui oleh Yang Maha Esa, bahwa Ia lah sumber dari segala-galanya tanpa diskriminasi. Bukan lalu berarti bahwa Yang Maha Esa ini buruk atau negatif sifatnya, tidak! Semua itu adalah ciptaan-ciptaanNya yang diperankan atau ditugaskan pada Sang Maya, Ilusi Yang Maha Esa. la sendiri bersemayam di atas semua ilusi ini, jauh di atas Sang Maya dan tak terpengaruh sedikitpun dengan pekerjaan Sang Maya ini. Dengan semua “permainanNya,” maka Yang Maha Esa ini menunjang dan menjalankan dunia ini, memang Maha Misterius Dan Maha Gaib lah Yang Maha Kuasa ini dengan segala Kekuatan dan Kasihnya Yang Tak Terbatas itu. Om Tat Sat.  Om Shanti, Shanti, Shanti.
6. Ketujuh orang suci yang agung, keempat orang pada masa yang silam, juga para Manu, dilahirkan dari sifat dan pikiranKu, dari merekalah mengalir ras manusia ini.
Dari sifat-sifat dan pikiran agung dan suci Sang Kreshna inilah mengalir manusia-manusia agung dan dewa-dewa yang kemudian menjadi cikal-bakal dari manusia dewasa ini. Ketujuh orang yang disebut di atas adalah orang-orang suci yang penuh dengan kesadaran Ilahi, nama dari yang pertama adalah Bhrigu dan yang terakhir disebut Washita, dan dianggap dalam agama Hindu sebagai para guru kebijaksanaan di masa yang silam. Dan keempat orang yang disebut sebagai manusia-manusia di masa silam adalah empat orang Kumara (yaitu perjaka-perjaka yang tak pernah melakukan hubungan seksual), yang lahir dari pikiran Yang Maha Esa, dan disebut juga nama-nama mereka: Sanata, Sanaka, Sanatana dan Sanandana. Para orang suci (resi), para Manu (asal kata dari manusia pertama), dan para Kumara ini adalah cikal-bakal dari manusia di dunia ini. Merekalah alat-alat Yang Maha Kuasa di dunia pada masa yang silam, pada masa permulaan peradaban manusia.
7. Seseorang yang tahu dengan benar akan keagungan dan kekuatanKu ini akan terhubung denganKu oleh yoga yang tak tergoyahkan; dan hal ini sudahlah pasti dan tak usah diragukan lagi.
Vibuthi adalah kata Sansekerta yang digunakan di atas untuk mengartikan kekuatan, kata ini sebenarnya dapat diartikan dua, yaitu kekuatan atau kekuasaan Yang Maha Esa dan juga dapat berarti kelanggengan atau kehadiran yang abadi atau juga berarti “mengalir dari.” Dalam bab ini Sang Kreshna menerangkan kepada Arjuna tentang keagungan dan kekuatan serta kekuasaanNya di alam semesta ini, tentang kehadiranNya Yang Langgeng Dan Abadi dalam setiap unsur di dunia ini, tentang DiriNya Yang Selalu berada di dalam posisi tertinggi yang berhubungan dengan setiap hal dan unsur, ini berarti suatu bentuk keagungan Yang Tiada Taranya. Sang Kreshna pun menjelaskan akan kehadiranNya sebagai suatu unsur Shakti (Kesaktian) dalam segala hal dan faktor di alam semesta ini, yang tanpa itu tak mungkin setiap faktor bisa melanjutkan fungsinya masing-masing.
8. Akulah Sumber dari segala-galanya; dariKu datang seluruh penciptaan ini. Menyadari hal ini, mereka yang bijaksana memujaKu dengan dedikasi yang penuh dengan kebahagiaan.
9. Pikiran mereka terpusat kepadaKu, hidup mereka meresap dalam DiriKu, sambil saling menolong di antara mereka, mereka ini selalu memperbincangkan Aku, (mereka ini) selalu merasa cukup dengan apa adanya dan penuh dengan rasa kesentosaan.

~ Article view : [387]