Share Your Comment about Sastra Bali

Your Name (required)

Your Email (required)

Subject

Your Message

captcha

type The word Above

ORGANIC MIND SHOP

Pura Ulun Danu Batur

By |February 7th, 2012|

Memuja Dewa Kemakmuran di Pura Batur

Aham bhumim adadam aryaya.
aham vrsthim dasuse martyaya,
aham apo anayam vavasana
mama devaso anu ketam ayam.
(Rgveda IV.26.2).

Maksudnya: Aku anugerahkan bumi ini kepada orang yang mulia. Aku turunkan hujan yang bermanfaat bagi semua makhluk. Aku alirkan terus gemuruhnya air dan hukum alam yang patut pada kehendak-Ku.

Pura Besakih disebut Pura Purusa, sedangkan Pura Batur disebut Pura Pradana.

Di Pura Besakih, Tuhan dipuja untuk menguatkan jiwa kerohanian umat untuk mencapai kebahagiaan spiritual. Sedangkan di Pura Batur, Tuhan dipuja untuk menguatkan spiritual umat dalam membangun kemakmuran ekonomi. […]~ Article view : [320]

Pura Kahyangan Jagat

By |February 7th, 2012|

Sesuai arti harafiahnya, Pura Kahyangan Jagat adalah pura yang universal. Seluruh umat ciptaan Tuhan sejagat boleh bersembahyang ke sana. Pura Kahyangan Jagat tersebar di seluruh dunia. Di Bali karena berkaitan dengan sejarah yang berusia panjang, pura Kahyangan Jagat digolong-golongkan dengan beberapa kerangka (konsepsi). Misalnya kerangka Rwa Bineda, kerangka Catur Loka Pala dan sebagainya. Semoga sebanyak mungkin pura Kahyangan dapat dicatat di babadbali.com, baik yang tercakup dalam kerangka-kerangka mau pun yang tidak.

Umumnya, yang kita sebut dengan jagat, sesuai dengan pengertian leluhur kita adalah Bali. Padahal kini kebanyakan dari kita berpandangan jagat adalah dunia, bahkan ada yang langsung berasumsi bahwa jagat adalah kawasan semesta, lengkap dengan seluruh konstelasi bintang, nebula, komet sampai lubang hitam. […]~ Article view : [554]

Pura Silayukti

By |February 7th, 2012|

PURA SILAYUKTI, PASRAMAN MPU KUTURAN

Pura Silayukti merupakan salah satu Pura Dang Kahyangan di Bali. Pura ini terletak di sebuah bukit bagian timur Desa Padangbai. Pura ini dipercaya sebagai parahyangan Ida Batara Mpu Kuturan, seorang tokoh yang sangat berjasa dalam menata kehidupan sosial religius masyarakat Bali sekitar abad ke-11 Masehi.

Apakah fungsi Pura Silayukti dalam konteks spiritual dan sosial di Bali?

===============================================
Pujawali di pura ini, kata pengayah yang juga prajuru Desa Pakraman Padangbai I Kadek Rena, Selasa (25/4) kemarin di Padangbai, yakni jatuh tiap Buda Kliwon Pahang (enam bulan sekali). Pura lain yang terkait pura ini yakni Pura Telaga Mas, diduga semula pasraman Mpu Kuturan. Selain itu di sebuah goa di timur, di tebing pantai yang curam ada Pura Payogan. Diduga di tempat ini Mpu Kuturan melakukan yoga semadi pada masanya.

Saat ini, pura ini terdiri atas bangunan sederhana berupa beberapa arca di dalam tebing karang yang menyerupai goa dangkal.

Di selatan Pura Silayukti terletak Pura Tanjungsari. Pura ini dipercaya sebagai parahyangan Mpu Baradah, adik Mpu Kuturan.

Mpu Baradah, kata Rena dan Jro Mangku Wayan Marsa — pemangku di Pura Melanting dan Pura Mumbul, Padangbai ini — sempat ke Bali. Tujuannya guna memohon kepada kakaknya, Mpu Kuturan, agar salah seorang putra Raja Airlangga di Jawa Timur bisa diangkat menjadi raja di Bali. Namun, Mpu Kuturan tak sependapat. […]~ Article view : [372]

Sejarah Singkat Pura Khayangan Jagat di Bali

By |February 7th, 2012|

Sejarah Singkat Pura Khayangan Jagat di Bali
Setelah mengungkap sekelumit asal usul Pura-pura Khayangan Jagat di Bali, berdasarkan sumber – sumber menuskrip tua, yang kini masih tersimpan di Bali. Hubungan Pura-pura Khayangan Jagat di Bali dengan Gunung Semeru, pengungkapannya mirip dengan kejadian pemindahan puncak gunung Mahameru (Himalaya) di India ke Tanah Jawa.

Dalam naskah sejarah Bali oleh Gora Sirikan, diceritakan bahwa “ Gunung – gunung dan Danau menjadi tempat pemujaan Dewa – Dewi. sebagai Gunung Mahameru yang dipindahkan dari Jambudwipa ke Bali oleh Dewa – Dewi itu, katanya terjadi pada tahun Saka 11 (’89 M). Perhitungan tahun saka itu dinyatakan dengan istilah “Candra Sangkala” yang berbunyi “Rudira Bumi”. baik perkataan “Rudira” maupun “Bumi”, masing – masing mempunyai nilai angka 1, sehingga kedua patah perkataan itu menujukan bilangan angka tahun saka 11. Semenjak itulah katanya keadaan Pulau Bali mulai sentosa,tiada bergoyang lagi karena adanya gunung – gunung itu. hal ini dapat diartikan bahwa semenjak itu masyarakat di Bali mulai mengalami perubahan karena desakan paham baru yang datang dari india. […]~ Article view : [1621]

Pura Kawitan – Pura Khayangan Jagat

By |February 7th, 2012|

Pura Kawitan – Pura Khayangan Jagat
Pura Kawitan semua warga Pasek Sanak Sapta Rsi adalah di Lempuyang Madya.

Tapi sesuai Bisama Ida Bhatara Kawitan, semua warga Pasek wajib juga menyungsung Pura Khayangan lainnya yang masih diantaranya Pura Besakih, Pura Dasar Bhuana dan Pura Silayukti.

Kenapa harus menyungsung Pura-pura tersebut…???

Mari kita kembali ke Babad Kawitan. Ida Hyang Pasupati yang berstna di Gunung Mahameru memerintahkan putra beliau Hyang Gnijaya Ke Bali untuk menata kembali kehidupan disana. Hyang Gnijaya kemudian berstana di Gunung Tohlangkir berputra 5 orang.

Ida Bhatara Kawitan (Mpu Gnijaya) yang kemudian membangun Pesraman di Tampurhyang/Lempuyang (Lempuyang Madya)
Ida Mpu Semeru yang kemudian membangun Pesraman di Besakih
Ida Mpu Kuturan yang kemudian membangun Pesraman di Silayukti
Ida Mpu Ghana yang kemudian membangun Pesraman di Dasar Gelgel
Ida Mpu Bradah tinggal di Tanah Jawi. […]~ Article view : [350]

Pura Besakih

By |February 7th, 2012|

Gambaran Umum mengenai Pura Besakih

Gambaran Umum mengenai pura Besakih, yang merupakan pedoman dasar pembangunan Pura Agung Besakih terbagi menjadi dua bentuk/wujud yaitu;
TRI MANDALA
beberapa pura yang tercakup dalam Tri Mandala terdiri dari sor, madya dan luhur mandala. terdapat 23 pelebahan pura.
Pura yang termasuk dalam jajaran Sor mandala yang terkenal dengan sebutan Soring ambal – ambal yaitu;
1.    Pura Dalem Puri, stana Ida Bhatara Siwa dengan manifestasinya sebagai Bhatari Durga.
2.    Pura Titi Gonggang / Marga Tiga, sebagai tempat berstananya Sang Suratma, pencatat segala perbuatan.
3.    Pura Manik Mas, stana Ida Bhatara Sangkara.
4.    Pura Tegal Penangsaran, sebagai tempat berstananya Sang Jogormanik, tempat mengadili roh-roh (kunci lembaga).
5.    Pura Prajapati / Jenggala, stana Hyang Panca Maha Bhuta.

[…]~ Article view : [858]

Dharma Yatra

By |February 7th, 2012|

Dharma Yatra adalah salah satu dari sad (enam) dharma, yaitu:

1. Dharma Wacana: ceramah agama
2. Dharma Tula: tanya jawab agama
3. Dharma Gita: nyanyian agama
4. Dharma Sadhana:merealisasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari
5. Dharma Santi: pertemuan untuk saling memaafkan kesalahan masing-masing serta berjanji untuk tidak membuat kesalahan lagi di kemudian hari
6. Dharma Yatra: bepergian/ perjalanan agama

Dharma Yatra sering juga disebut sebagai Tirtha Yatra (bepergian/ perjalanan mencari tirta). Istilah itu digunakan bagi manusia yang hidup; untuk para Dewa Hyang/ Hyang Kompiang perjalanan dharma itu disebut “meajar-ajar”.

Yang dimaksud Dewa Hyang adalah arwah leluhur yang sudah melalui proses ngaben – nyekah – mepaingkup. […]~ Article view : [295]

Kupasan Mantra Trisandya

By |February 7th, 2012|

Kupasan Mantra Trisandya

mungkin orang hindu khususnya orang bali belum paham apa sebenarnya maksud dari trisandya. disini kami mencoba memberikan maksud dari mantra Trisandya yang terkupas dibawah ini;

Mantram Pertama

Puja Trisandhya terdiri atas 6 mantram. Mantram pertama disebut gayatri mantram, menurut nama iramanya, yaitu gayatri. Di dalam Rg Veda III. 62.10, kata bhur bhuvah svah tidak ada pada mantram ini. Tambahan bhur bhuvah svah itu terdapat pada Yajur Veda Putih 36.3. Gayatri mantram adalah mantram yang paling mulia di antara semua mantra. Ia adalah ibu mantram, dinyanyikan oleh semua mantra. la adalah ibu mantram, dinyanyikan oleh semua orang beragama Hindu waktu sembahyang.

Mengapa mantram ini yang paling mulia, ibu dari semua mantram?

[…]~ Article view : [289]

Upacara Panca Yadnya

By |February 6th, 2012|

Upacara Panca Yadnya – dalam kehidupan masyarakat Bali Hindu

Sejarah menyatakan, bahwa pada jaman dahulu kala di wilayah Nusantara Indonesia telah berdiri Kerajaan-Kerajaan Besar seperti salah satu di antaranya adalah Kerajaan Majapahit yaitu sebuah Kerajaan penganut Agama Hindu yang merupakan Kerajaan terbesar yang bisa menyatukan seluruh wilayahnya sampai ke Madagaskar.

Pada jaman itu sudah ada hubungan dagang dengan negara Luar Negeri terutama dengan Negeri Campa, yang saat ini Negara Cina.

Kerajaan ini bertempat di Jawa Timur, yang pada jaman keemasannya dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Hayam Wuruk dengan Patihnya bernama Gajah Mada.

Pada jaman itu perkembangan budaya yang berlandaskan Agama Hindu sangat pesat termasuk di Daerah Bali dan perkembangan terakhir menunjukkan bahwa para Arya dari Kerajaan Majapahit sebagian besar hijrah ke Bali dan di Daerah ini para Arya-Arya tersebut lebih memantapkan ajaran-ajaran Agama Hindu sampai sekarang. […]~ Article view : [406]

Apakah Caru, Segehan, dan Tawur

By |February 6th, 2012|

Apakah Caru, Segehan, dan Tawur ?

Mecaru (upacara Byakala) adalah bagian dari upacara Bhuta Yadnya (mungkin dapat disebut sebagai danhyangan dalam bhs jawa) sebagai salah satu bentuk usaha untuk menetralisir kekuatan alam semesta / Panca Maha Bhuta.

Mecaru, dilihat dari tingkat kebutuhannya terbagi dalam:

    Nista ~ untuk keperluan kecil, dalam lingkup keluarga tanpa ada peristiwa yang sifatnya khusus (kematian dalam keluarga, melanggar adat dll)
    Madya ~ selain dilakukan dalam lingkungan kekerabatan/banjar (biasanya dalam wujud tawur kesanga, juga wajib dilakukan dalam keluarga dalam kondisi khusus, pembangunan merajan juga memerlukan caru jenis madya
    Utama ~ dilakukan secara menyeluruh oleh segenap umat Hindu (bangsa) Indonesia […]~ Article view : [2699]