Share Your Comment about Sastra Bali

Your Name (required)

Your Email (required)

Subject

Your Message

captcha

type The word Above

ORGANIC MIND SHOP

Barbarika

By |February 27th, 2013|

Dalam wiracarita Mahabharata, Barbarika (IAST: Barbarīka) adalah putera Gatotkaca dan Maurwi, puteri Muru, seorang Raja Yadawa.

Barbarika sebenarnya seorang yaksha, dan terlahir sebagai manusia.

Ia bertarung dalam pertempuran akbar di pihak Korawa. Meskipun ia ingin bertarung di pihak Pandawa, ia teguh pada prinsipnya untuk bertarung di pihak yang mengalami kekalahan, maka dari itu ia memihak Duryodana karena Duryodana menderita kekalahan lebih banyak daripada Pandawa. Maka ia bertarung dengan ayahnya, Gatotkaca, dan kakeknya, Bima, dan mengalahkan mereka berdua. Ia menjadi tak terkendali dalam pertempuran, dan bahkan mengalahkan ksatria yang konon tak dapat ditaklukkan seperti misalnya Arjuna dan Satyaki. Akhirnya ia dibunuh oleh Kresna, yang memakai senjata Sudarshana Chakra miliknya. Ia bergabung dengan pasukan Korawa pada hari ke-14 Bharatayuddha setelah kematian Jayadrata di tangan Arjuna.

Untuk versi lain tentang kisah dan kehidupannya, lihat Khatushyamji. […]~ Article view : [298]

Basudewa

By |February 27th, 2013|

Basudewa atau Wasudewa (Sansekerta: वसुदेव; vasudeva) dalam kisah epik Hindu (Mahabharata), merupakan putra Raja Śũrasena dari Wangsa Yadawa di India. Dia merupakan kakak dari Kunti, yang menjadi istri Pandu.

Dia menikahi Dewaki, adik sepupu Kamsa, dan merupakan ayah kandung dari Krishna dan Subadra. Dia juga memiliki istri kedua, Rohini, yang melahirkan putera sulungnya, Balarama. Menurut beberapa Susastra Hindu (Itihasa dan Bhagawad Gita), ia memiliki putera-puteri lain dari hasil hubungannya dengan kedua istrinya.

Kata Vāsudeva (wa-asudewa), berarti keturunan Wasudewa, merupakan nama lain Krishna. […]~ Article view : [250]

Basupati

By |February 27th, 2013|

Dalam wiracarita Mahabharata, Prabu Basupati alias Prabu Basuparicara adalah putera Bathara Srinada atau Prabu Basurata, raja negara Wirata yang pertama dengan permaisuri Dewi Bramaniyuta, Putri Batara Brahma. Prabu Basupati mempunyai adik kandung bernama Bramananeki yang […]~ Article view : [221]

Bharata (raja)

By |February 27th, 2013|

 

Menurut legenda, Bharata merupakan seorang raja yang menaklukkan wilayah Asia Selatan. Daerah kekuasaannya kemudian dikenal sebagai Bharatawarsha. Raja tersebut disebut-sebut dalam Mahabharata sebagai seorang penakluk. Menurut legenda, Bharata merupakan putera Duswanta dan Sakuntala, dari Wangsa Chandra.

Bharatawarsha

Istilah Bharatawarsha merujuk kepada wilayah anakbenua India. Menurut legenda India, Bharata merupakan raja pertama dan satu-satunya yang memerintah anakbenua India.

Kitab Wisnupurana memiliki referensi mengenai wilayah Bharatawarsha. Hal itu dinyatakan sebagai berikut:“
Uttaram yat samudrasya Himdreschaiva daksinam varsham tat Bharatam nama Bharati yatra santati.

Wilayah yang terbentang dari wilayah Himalayas di utara, sampai samudra Hindia di selatan disebut Bharatavarsha dan penduduk asli di wilayah tersebut disebut Bharatiya (bangsa India). ” […]~ Article view : [252]

Bima

By |February 27th, 2013|

Sosok Bima sebagai tokoh pewayangan
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama: Bima
Nama lain: Werkodara; Bhimasena;
Bayusuta; Bharatasena;
Blawa, dan lain-lain.
Aksara Dewanagari: भीम; भीमसेन
Ejaan Sanskerta: Bhīma; Bhīmaséna

Muncul dalam kitab: Mahabharata, Bhagawadgita, Purana
Asal: Hastinapura, Kerajaan Kuru
Kediaman: Hastinapura, lalu pindah ke Indraprastha
Profesi: Kesatria; juru masak
Senjata: Gada Rujapala
Dinasti: Kuru
Pasangan: Dropadi, Hidimbi, Walandara
Anak: Gatotkaca, Sutasoma, Antareja, Antasena

Bima (Sanskerta: भीम, bhīma) atau Bimasena (Sanskerta: भीमसेन, bhīmaséna) adalah seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia dianggap sebagai seorang tokoh heroik. Ia adalah putra Dewi Kunti dan dikenal sebagai tokoh Pandawa yang kuat, bersifat selalu kasar dan menakutkan bagi musuh, walaupun sebenarnya hatinya lembut. Ia merupakan keluarga Pandawa di urutan yang kedua, dari lima bersaudara. Saudara se’ayah’-nya ialah wanara yang terkenal dalam epos Ramayana dan sering dipanggil dengan nama Hanoman. Akhir dari riwayat Bima diceritakan bahwa dia mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuddha. Cerita ini dikisahkan dalam episode atau lakon Prasthanikaparwa. Bima setia pada satu sikap, yaitu tidak suka berbasa basi dan tak pernah bersikap mendua serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri. […]~ Article view : [312]

Bisma

By |February 27th, 2013|

Bisma (kanan) bersumpah tak akan menikah seumur hidupnya. Lukisan karya Raja Ravi Varma.
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama: Bisma
Nama lain: Dewabrata
Aksara Dewanagari: भीष्म; देवव्रत
Ejaan Sanskerta: Bhīshma; Dévavrata

Asal: Hastinapura, Kerajaan Kuru

Bisma (Sanskerta: भीष्म, Bhīshma) terlahir sebagai Dewabrata (Sanskerta: देवव्रत, Dévavrata), adalah salah satu tokoh utama dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan putera dari pasangan Prabu Santanu dan Dewi Gangga. Ia juga merupakan kakek dari Pandawa maupun Korawa. Semasa muda ia bernama Dewabrata, namun berganti menjadi Bisma semenjak ia bersumpah bahwa tidak akan menikah seumur hidup. Bisma ahli dalam segala modus peperangan dan sangat disegani oleh Pandawa dan Korawa. Ia gugur dalam sebuah pertempuran besar di Kurukshetra oleh panah dahsyat yang dilepaskan oleh Srikandi dengan bantuan Arjuna. namun ia tidak meninggal pada saat itu juga. Ia sempat hidup selama beberapa hari dan menyaksikan kehancuran para Korawa. Ia menghembuskan nafas terkahirnya saat garis balik matahari berada di utara (Uttarayana).

Arti nama

Nama Bhishma dalam bahasa Sanskerta berarti “Dia yang sumpahnya dahsyat (hebat)”, karena ia bersumpah akan hidup membujang selamanya dan tidak mewarisi tahta kerajaannya. Nama Dewabrata diganti menjadi Bisma karena ia melakukan bhishan pratigya, yaitu sumpah untuk membujang selamanya dan tidak akan mewarisi tahta ayahnya. Hal itu dikarenakan Bisma tidak ingin dia dan keturunannya berselisih dengan keturunan Satyawati, ibu tirinya. […]~ Article view : [265]

Burisrawa

By |February 27th, 2013|

Burisrawa dalam versi pewayangan Jawa
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama: Burisrawa
Nama lain: Burisrawas
Aksara Dewanagari: भूरिश्रवा
Ejaan Sanskerta: Bhūriśravā
Asal: Kerajaan Bahlika

Burisrawa (Sansekerta: भूरिश्रवा; Bhūriśravā) adalah seorang tokoh wiracarita Mahabharata yang menjadi sekutu para Korawa dalam perang Baratayuda. Ia merupakan pangeran dari Kerajaan Bahlika yang gugur di tangan Satyaki, sekutu para Pandawa. Dalam pewayangan Jawa, tokoh Burisrawa disebut berasal dari Kerajaan Mandaraka […]~ Article view : [239]

Cekitana

By |February 27th, 2013|

Cekitana (Devanagari: चेकितान) merupakan putera Drestaketu, Raja dari Kekaya, dan merupakan sekutu para Pandawa dalam perang di Kurukshetra. Dalam perang tersebut Cekitana memegang peranan penting, yaitu menjadi pemimpin salah satu dari tujuh Aksohini pasukan pihak […]~ Article view : [230]

Citranggada

By |February 27th, 2013|

Sosok Citrānggada versi wayang.
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama: Citrānggada
Aksara Dewanagari: चित्राङद
Ejaan Sanskerta: Citrāṅgada

Muncul dalam kitab: Mahabharata
Gelar: Pangeran Kuru
Asal: Hastinapura, Kerajaan Kuru
Kediaman: Hastinapura
Profesi: Raja
Dinasti: Kuru
Pasangan: —

Citrānggada adalah putera sulung pasangan Raja Santanu dan Satyawati dalam wiracarita Mahabharata. Semenjak Bisma (kakak tirinya) mengucapkan sumpah bahwa ia tidak akan menikah dan meneruskan tahta Hastinapura, Citrānggada menjadi raja menggantikan ayahnya dan pemerintahannya berhasil. Saat Citrānggada naik tahta, Hastinapura merasakan ketentraman, khususnya bagi Satyawati, namun hanya sesaat.

[…]~ Article view : [238]

Citranggada Isteri Arjuna

By |February 27th, 2013|

Citrānggadā
Jika anda mencari nama putera Prabu Santanu, lihat Citrānggada
Dalam wiracarita Mahabharata, Citrānggadā (Sanskerta: चित्राङदा ; Citrāngadā) adalah anak perempuan Raja Citrasena dari Manipur, dan merupakan salah satu istri Arjuna. Mereka pertama kali bertemu pada saat Arjuna mengasingkan diri di Manipur.

Saat Citrānggadā dan Arjuna bertemu, mereka saling jatuh cinta. Pada waktu itu, Arjuna berstatus sebagai pria beristri dua. Meskipun sudah memiliki dua istri, Arjuna melamar Citrānggadā. Karena Citrasena tidak memiliki keturunan lelaki, dan Citrānggadā adalah anak satu-satunya, maka Citrasena berat hati untuk menyerahkan puterinya. Ia mengizinkan Citrānggadā menikah dengan Arjuna dengan syarat apabila anak mereka berjenis kelamin laki-laki, maka Arjuna harus menyerahkan anak tersebut guna mewarisi tahta Manipur sehingga tidak boleh mengikuti jejak ayahnya dari Hastinapura. Arjuna mengikuti persyaratan tersebut.

Dengan restu dari ayahnya, Citrānggadā menikah dengan Arjuna. Dari pernikahan tersebut, Citrāggadā memiliki seorang putera yang diberi nama Babruwahana. Sesuai dengan janji Arjuna, anak tersebut diserahkan kepada Citrasena sebagai calon Raja Manipur. Citrānggada berpisah dengan Arjuna setelah Arjuna tinggal di Manipur dalam waktu yang tidak lama. […]~ Article view : [329]