Dharma Yatra

708

Dharma Yatra adalah salah satu dari sad (enam) dharma, yaitu:

1. Dharma Wacana: ceramah agama
2. Dharma Tula: tanya jawab agama
3. Dharma Gita: nyanyian agama
4. Dharma Sadhana:merealisasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari
5. Dharma Santi: pertemuan untuk saling memaafkan kesalahan masing-masing serta berjanji untuk tidak membuat kesalahan lagi di kemudian hari
6. Dharma Yatra: bepergian/ perjalanan agama

Dharma Yatra sering juga disebut sebagai Tirtha Yatra (bepergian/ perjalanan mencari tirta). Istilah itu digunakan bagi manusia yang hidup; untuk para Dewa Hyang/ Hyang Kompiang perjalanan dharma itu disebut “meajar-ajar”.

Yang dimaksud Dewa Hyang adalah arwah leluhur yang sudah melalui proses ngaben – nyekah – mepaingkup.

Dharma Yatra menjadi suatu kewajiban bagi pemeluk Hindu, diatur dalam:

1. Reg Weda I.23.22:

IDAM APAH PRA VAHATA YAT KIM CA DURITAM MAYI, YAD VAHAM ABHIDUDROHA YAD VA SEPA UTANRTAM

Ya Tuhan Yang Maha Esa penguasa air lenyapkan dan sucikan segala kesalahan atau dosa-dosa kami meskipun kami telah mengetahui bahwa perbuatan itu mesti tidak kami lakukan atau tidak benar.

2. Reg Weda I.23.23:

APO ADYANV ACARISAM RASENA SAM AGASMAHI, PAYASVAN AGNA A GAHI SAM PRAYAYA SAM AYUSA

Sekarang kami menerjunkan diri kedalam air, kami menyatu dengan kekuatan yang menjadikan air ini; semoga kesucian yang tersembunyi dalam air ini menyucikan dan memberikan kekuatan suci kepada kami.

3. Reg Weda X.17.10:

APO ASMAN MATARAH SUNDHAYANTU GHRTENA NO GHRTAPVAH PUNANTU VISVAM HI RIPRAM PRAVAHANTI DEVIR UD ID ABHYAH SUCIR A PUTA EMI

Semoga air suci ini menyucikan kami, bercahaya gemerlapan; semogalah pembersih ini membersihkan kami dengan air suci; semoga air suci ini mengusir segala kecemaran; sungguh kami bangkit memperoleh kesucian dari padanya.

4. Sarasamuscaya 277:

AKRODHANASCA RAJENDRA SATYA, SILO DRDHAWRATAH, ATMOPAMASCA BHUTESU SA, TIRTHAPHALAMASNUTE

Orang yang berprilaku tidak marah, teguh pada brata, kasih sayang terhadap sesama mahluk, akan mendapat pahala dari perjalanannya mendapatkan tirta suci.

5. Sarasamuscaya 278:

ANUPOSYA TRIRATRESU TIRTHANYAN ADHIGAMYA CA ADATTVA KANCANAM GASCA DARIDRO NAMA YAJATE

Orang yang mengunjungi tempat-tempat suci tanpa berpuasa, tanpa mandi ditempat suci dan tanpa bersedekah, adalah orang yang sangat miskin.

6. Sarasamuscaya 279:

SADA DARIDRAIRAPI HI SAKYAM PRAPTUM NARADHIPA TIRTHABHIGAMANAM PUNYAM YAJNERAPI WISISYATE

Keutamaan tirthayatra itu amatsuci, lebih utama daripada pensucian dengan yadnya yang lain dan dapat dilakukan oleh yang tidak punya harta.

Berdasarkan sloka-sloka dari kitab suci yang telah disebutkan di atas, tujuan Dharma Yatra adalah:

1. Meningkatkan kesucian pribadi dan memperkuat keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memperluas cakrawala memandang keagungan-Nya sehingga manusia makin teguh mengamalkan ajaran Dharma.

2. Menghayati nilai-nilai sejarah dari objek suci yang dikunjungi.

3. Mengimbangi dosa dengan perbuatan-perbuatan dharma. Istilah mengimbangi dosa digunakan karena menurut kepercayaan Hindu, dosa seseorang akan melekat pada atman sebagai karmawasana sesuai dengan ketentuan hukum karmaphala.

Perbuatan-perbuatan dharma yang terus menerus mengimbangi pahala perbuatan adharma (dosa) sehingga di penjelmaan berikutnya atman dapat berkedudukan pada manusia yang suputra.

Agar Dharma Yatra bermanfaat, tata laksana di bawah ini sedapat mungkin dituruti:

1. Mapiuning di Sanggah pamerajan serta mohon doa restu kepada Ida Bethara agar perjalanan selamat tiada halangan apapun.
2. Ngiringang Ida Bhatara Dewa Hyang ma-Dharma Yatra.
3. Membawa bhakti (aturan/ayaban) menurut kemampuan.
4. Selama dalam perjalanan:

 

  • * Berpikir, berkata, dan berbuat dalam lingkup dharma/agama.
  • * Berpuasa di siang hari.
  • * Teguh pada brata.
  • * Mengendalikan diri untuk tidak marah.
  • * Menumbuhkan kasih sayang kepada semua mahluk.

5. Di tempat tujuan:

  • * Mandi dengan air suci.
  • * Bersembahyang dengan mantap menggelar tapa, brata, yoga, samadi.
  • * Bagi para Wiku melakukan puja Surya Sewana.
  • * Bagi para Jero Mangku melakukan puja menurut kemampuannya.
  • * Melaksanakan sad dharma (lihat di atas).
  • * Bersedekah kepada kaum miskin.
  • * Mohon tirta/air suci untuk digunakan di tempat dan dibawa ke rumah.

6. Setiba kembali di rumah:

  • * Mapiuning di Sanggah pamerajan bahwa telah selamat dalam perjalanan dan berterima kasih.
  • * Menyiratkan tirta yang dimohon di tempat ma-dharma yatra ke semua palinggih-palinggih/arca/pratima yang ada di Sanggah pamerajan, setelah itu disiratkan juga kepada anggota keluarga lain yang tidak sempat turut

sumber : www.ghantayoga.com

~ Article view : [618]