Kerajaan Kosala

252

Kerajaan Kosala adalah nama sebuah kerajaan kuna di India yang namanya tercatat dalam kisah wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Kerajaan ini beribu kota di Ayodhya, dan merupakan tempat kelahiran Sri Rama, seorang awatara Wisnu.

Dalam pewayangan Jawa, Kerajaan Kosala lebih sering disebut dengan nama Kerajaan Ayodya.

Dalam kisah Ramayana, pusat Kerajaan Kosala terletak di Ayodhya. Kerajaan ini diperintah oleh seorang raja bijaksana bernama Dasarata dari Dinasti Surya. Ia memiliki empat orang putra bernama Rama, Bharata, Laksmana, dan Satrughna.

Setelah Dasarata meninggal, kerajaan ini diperintah oleh Bharata karena Rama menjalani hukuman pembuangan di hutan. Namun Bharata bersikeras menyusul dan memohon agar Rama kembali. Rama menolak dan tetap menunjuk Bharata sebagai raja. Akhirnya Bharata bersedia namun hanya sebagai wakil saja. Ia membawa sepasang terompah Rama untuk dijadikan simbol di atas takhta.

Setelah masa pembuangan Rama berakhir, Bharata menyerahkan takhta Kosala kepada kakak sulungnya itu. Rama pun menjadi raja Kosala sedangkan Bharata bertakhta di Kerajaan Gandhara, yang beribu kota di Takshasila. Kerajaan ini dekat dengan Kerajaan Kekaya tempat leluhur Bharata dari pihak ibu. Sementara itu, dua adik Rama lainnya, yaitu Laksmana dan Satrughna juga memerintah di negeri masing-masing. Laksmana bertakhta di Kerajaan Wangga yang beribu kota di Candrakanta, sedangkan Satrughna membuka Hutan Madhu dan mendirikan Kerajaan Surasena yang beribu kota di Mathura.

Sepeninggal Sri Rama, Kerajaan Kosala dibelah menjadi dua bagian untuk kedua putranya. Mereka adalah Lawa yang memerintah Kosala Utara yang beribu kota di Srawasti, serta Kusa yang memerintah Kosala Selatan dengan ibu kota bernama Kusawati.

Koloni para raja Kosala terletak di Madhya Pradesh, disebut pula dengan nama Dakshina Kosala. Kerajaan Kosala memiliki hubungan yang dekat dengan negeri para penghuni hutan atau bangsa wanara, yakni Kerajaan Kiskindha, terutama pada masa pemerintahan Sri Rama.

Kerajaan Kosala juga dijumpai dalam naskah Mahabharata. Dikisahkan seorang raja Kosala bernama Brihadbala ikut bertempur di pihak Korawa dalam perang di Kurukshetra atau Baratayuda. Ia gugur pada hari ke-13 di tangan Abimanyu putra Arjuna dari keluarga Pandawa.

Versi pewayangan Jawa
Dalam pewayangan Jawa, Kerajaan Kosala yang beribu kota di Ayodhya lebih sering disebut dengan nama Kerajaan Ayodya. Kerajaan ini didirikan oleh seorang raja bernama Banapati, yang kemudian diwarisi putranya yang bernama Banaputra.

Rahwana raja Kerajaan Alengka pada suatu hari menyerang Ayodya dan menewaskan Banaputra. Ia berusaha memperistri putri Banaputra yang bernama Sukasalya (dalam Ramayana disebut Kausalya). Dalam peristiwa itu Sukasalya ditolong oleh sepupu ayahnya yang bernama Dasarata.

Dasarata kemudian menciptakan Sukasalya palsu dari sekuntum bunga untuk diserahkan kepada Rahwana ketika raja raksasa itu tiba. Rahwana sangat senang dan memberikan Ayodya kepada Dasarata karena tujuannya bukan untuk menjajah negeri itu, tetapi hanya sekadar merebut Sukasalya.

Dasarata kemudian menikahi Sukasalya yang asli dan menjadi raja Ayodya. Kisah selanjutnya tidak berbeda dengan versi aslinya, yaitu pengangkatan Barata sebagai raja mewakili Rama yang menjalani pembuangan ke hutan.

Akan tetapi, setelah masa pembuangan berakhir, Rama tidak berkenan menjadi raja Ayodya dan mengizinkan Barata untuk menjadi raja yang sepenuhnya. Rama sendiri membangun kerajaan baru di tengah Hutan Dandaka tempat ia menjalani pembuangan. Negeri baru tersebut bernama Kerajaan Pancawati.

Faizabad di Uttar Pradesh. Dalam susastra Hindu seperti Purana dan Itihasa (Ramayana dan Mahabharata), Ayodhya merupakan kota suci bagi umat Hindu.

Ayodhya dalam Susastra Hindu
Ayodhya juga muncul dalam kisah epik Ramayana sebagai ibukota Kerajaan Kosala yang dilindungi oleh angkatan perang yang kuat. Kata Ayodhyā dalam Bahasa Sanskerta berarti “yang tidak akan kalah dalam peperangan”[1]. Menurut Susastra Hindu, Kerajaan Kosala terletak di sebelah utara Sungai Gangga [1]. Kerajaan tersebut merupakan kerajaan milik keturunan Ikswaku dari Dinasti Surya, putera Maharaja Manu, seorang Maharaja yang konon mendirikan kerajaan tersebut dan mewarisinya kepada keturunannya.

Sarayu
Sarayu (Devanagari: सरयु; saráyu) adalah sungai kuno yang mengalir di daerah yang kini disebut Uttar Pradesh di India. Sungai ini dianggap sama dengan sungai Gangga.

Etimologi
Namanya berasal dari bahasa Sansekerta, sar (सर्) yang berarti “mengalir”.

Pengertian
Tradisional
Sungai ini disebut tiga kali dalam kitab Rgweda. Tepi sungai Sarayu merupakan tempat dibunuh dua orang Arya oleh Indra dalam RW 4.30.18. Tempat ini juga disenaraikan dengan Rasa, Anitabha, Kubha, Krumu dan Sindhu sebagai kendala yang dilalui oleh Maruts dalam RW 5.53.9. Dalam bait ini, Purisini “yang membawa tanah lepas” muncul sebagai gelarnya. Pada stadium ini dalam kitab Rgweda awal, kelihatannya sungai ini merupakan anak sungai barat dari Indus. Akhirnya, sungai ini dipanggil bersama dengan Sindhu dan Saraswati (dua dari sungai Rgweda utama) dalam himne RW 10.64. Pada RW 5.53.9, sungai ini muncul bersama dengan Rasa, Anitabha and Kubha.
Menurut Ramayana 1.5.6, Sarayu mengalir di tepi kota kuna Ayodhya, dimana sekarang merupakan anak sungai Gogra.
Sungai Sarayu memainkan peran penting untuk kota dan kehidupan Ayodhya, dan menurut wiracarita Hindu Ramayana, sungai ini adalah tempat Rama, Awatara ketujuh Wishnu memasukkan dirinya untuk kembali ke bentuk abadinya, bentuk Mahawisnu ketika ia mengundurkan diri dari takhta Kosala. Saudaranya Barata dan Satrugna juga bergabung, seperti pula banyak pengikut setianya. Sarayu juga merupakan sungai, dimana tepinya adalah tempat Raja Rama lahir.

Modern
Sementara sungai Sarayu memainkan perang penting dalam mitologi, ini juga merupakan nama sebuah sungai modern, sebuah anak sungai Gangga yang bertemu dengan dua sungai lainnya pada perpaduan sungai di Uttar Pradsh. Lihat gambar sungai Sarayu modern.
Sarayu juga merupakan nama sungai yang mengalir melalui kota fiktif Malgudi, yang diciptakan oleh penulis India R. K. Narayan.

Sungai Serayu di Jawa Tengah yang namanya diambil dari nama Sarayu ini.

~ Article view : [237]

SHARE
Previous articleWiswamitra
Next articleKerajaan Alengka