Lahirnya Rahwana [ 01 ]

740

1. Lahirnya Rahwana

Tersebutlah Prabu Danaraja yang memerintah Negeri Lokapala. Ia ingin mempersunting puteri Negeri Langkapura, Dewi Sukesi, yang sedang disayembarakan. Agar niatnya berhasil, Sang Prabu memohon bantuan ayahnya, Bagawan Wisrawa, menjadi wakil dalam sayembara itu. Konon Bagawan Wisrawa adalah seorang pendeta yang amat sakti. Maka berangkatlah Sang Bagawan ke Langkapura.

Bagawan Wisrawapun berhasil memenangkan sayembara tersebut. Tapi ia berubah pikiran. Ia sendiri berhasrat memperistri Dewi Sukesi dan lupa akan puteranya sendiri. Maka kawinlah Sang Bagawan dengan puteri Langkapura itu.

Dari perkawinan itu lahirlah putera sulung, Rahwana atau Dasamuka. Tubuhnya gagah perkasa tapi berwajah raksasa dan berwatak angkara murka. Putera kedua yang diberi nama Kumbakarna berwajah raksasa pula, tapi berbudi luhur. Puteri ketiga berwajah raksasi dan amat buruk wataknya. Ia bernama Sarpakenaka. Sedangkan Wibisana, sang putera bungsu berwajah satria dan pula amat bijaksana.

Rahwana mewarisi takhta kerajaan. Ia menaklukkan negeri-negeri lain termasuk Lokapala. Bahkan Kahyangan hendak pula ditaklukkannya. Batara Wisnu berniat hendak memberantas kezaliman Rahwana. Maka menjelmalah ia pada seorang pangeran Negeri Ayodya, Sang Ramawijaya

2. Negeri Ayodya

Negeri Ayodya adalah sebuah negeri yang memiliki wilayah yang luas dan subur. Rajanya bernama Dasarata. Ia memerintah kerajaan tersebut dengan adil dan bijaksana sehingga kehidupan rakyatnya menjadi aman dan damai.

Raja Dasarata memiliki watak kepanditaan pula. Ia amat menjunjung ajaran-ajaran tentang kebenaran. Karenanya rakyat Ayodya amat mencintai rajanya.

Rakyat Ayodya hidup tolong- menolong dan bergotong-royong. Mereka bekerja giat dan selalu patuh terhadap undang-undang Negeri Ayodya.

3. Lahirnya Ramawijaya

Prabu Dasarata mempunyai tiga orang permaisuri yaitu Kausalya, Kaikayi, dan Sumitra. Kausalya berputra Ramawijaya, Kaikayi berputra Barata, dan Sumitra berputra kembar, yaitu Laksamana dan Satrugna. Sifat dan watak para putra itupun amat terpuji. Mereka adalah satria yang berbudi luhur. Mereka amat mencintai rakyatnya sehingga rakyatnya pun amat berbakti.

Ramawijaya adalah seorang satria yang pandai berperang. Walaupun sikapnya lemah-lembut, tetapi ia tangkas menggunakan senjata, terutama panah. Ia rajin berlatih menggunakan panah sehingga tak ada satria lain yang mampu mengalahkan kepandaiannya dalam memanah. Busur yang seberapapun besarnya dapat dilengkungkan olehnya, dan sasaran yang betapapun jauhnya selalu terbidik dengan tepat.

Bala tentara Ayodya pun amat besar dan kuat serta memiliki pasukan berkuda yang tangguh. Gajah-gajah pun digunakan untuk berperang. Syahdan, datanglah seorang pendeta mengunjungi istana Ayodya. Ia bernama Bagawan Wiswamitra. Karena Prabu Dasarata sangat menghargai kehidupan beragama maka kedatangan Bagawan Wiswamitra disambut dengan segala kehormatan.

~ Article view : [240]