Makna Gayatri Mantram

2729

1. Apakah mantra Gayatri itu?

Mantra Gayatri adalah doa universal yang tercantum dan diabadikan dalam Weda, kitab suci paling purwakala. (Sathya Sai Speaks, X : 109)

Mantra Gayatri adalah doa yang dapat diucapkan dengan penuh kerinduan oleh pria dan wanita dari segala agama bangsa sepanjang masa. Pengulangan-pengulanagn mantra ini akan mengembangkan (kemampuan) akal budi. (Sathya Sai Speaks, V: 58)

2. Ucapkanlah Mantra Gayatri
Mantra Gayatri adalah sebagai berikut:
OM
BHUR BHUVA SVAHA
TAT SAVITUR VARENYAM
BHARGO DEVASYA DHIIMAHI
DHI YO YONAH PRACHODAYAT

3. Bagaimana terjemahan mantra Gayatri ini?

OM = Para Brahman ‘Tuhan Yang Mahabesar’
BHUR =Bhu loka ‘alam fisik’.
Ini juga menunjuk pada tubuh yang terbuat dari lima pancha bhuta ‘lima unsur’. Kelima unsur ini membentuk prakriti ‘alam’.
BHUVA = Bhuva loka ‘alarn pertengahan’.
Bhuva juga merupakan prana shakti. Meskipun demikian prana shakti hanya dapat menghidupkan tubuh karena adanva prajnana. Karena itulah, maka Weda menyatakan, “Prajnanam Brahma,” maksudnya Tuhan adalah kesadaran yang selalu utuh dan menyeluruh selamanya’.
SVAHA = Swarga Loka ‘surga tempat para dewa’.
(Sanathana Sarathi, September 1995, h1m. 234).
TAT = Paramatma ‘Tuhan atau Brahman’.
SAVITUR = Itu atau Ia yang merupakan asal segala ciptaan ini.
VARENYAM = patut disembah.
BHARGO = sinar, cahaya atau kecemerlangan spiritual, terang yang menganugerahkan kebijaksanaan.
DEVASYA = kenyataan Tuhan.
DHIIMAHI = kita bermeditasi.
DHIYO = budi, intelek.
YO = yang.
NAH = kita.
PRACHODAYAT = menerangi.

Mantra Gayatri dapat diterjemahkan dengan berbagai cara. Salah satu terjernahan itu adalah sebagai berikut:

(Om) = Om.
(Dhiimahi) = Kita bermeditasi.
(Bhargo) = pada cahaya spiritual.
(Varenyam Devasya) = kenyataan Tuhan Yana Mahatinggi dan patut disembah
(Savitur) = sumber.
(Bhur, Bhuva, Svaha) = alam eksistensi fisik, astral, dan surga.
(Tat) = Semoga Tuhan Yang Mahatinggi itu.
(Prachodayat) = menerangi.
(Yo) = yang.
(Nah) = kita.
(Dhi yo) = budi (agar kita dapat menyadari ‘kehenaran tertinggi’).
Juga: Dhi yo yo nah prachodayat = Bangkitkan kemampuan wiwekaku oh Tuhan, dan bimbinglah daku. (Giitha Vahini).

4. Siapa yang menemukan mantra Gayatri ?
Mantra Gayatri diketemukan oleh Resi Viswamitratra.
Resi Wiswamitra-lah yang menginisiasi Sri Rama dalam misteri pemujaan Surya melalui mantra Aaditya Hrdayam. (Sathya Sai Vahini, hlm. 183-184).

5. Apa yang dapat dilakukan Resi Viswamitra berkat tuah mantra Gayatri?
Mantra Gayatri membuat Resi Viswamitra rnarnpu menggunakan berbagai senjata langka yang mematuhi kehendaknya bila mantra itu diucapkan dengan penuh keyakinan. Melalui kesaktian yang diperolehnya dengan cara ini, Viswamitra dapat menciptakan alam semesta yang sama dengan jagat raya kita ini. (Sathya Sai Vahini, hlm. 184).

6. Mantra Gayatri ditujukan kepada siapa?
Mantra Gayatri ditujukan kepada energi Surya. (Sathya Sai vahini, hlm. 183). (Tuhan juga disebut Surya Narayana).

7. Apakah kekuatan mantra Gayatri?
Mantra ini mempunyai potensi yang tidak terbatas dan merupakan formula yang penuh vibrasi. Mantra Gayatri mempunyai kekuatan yang luar biasa dan tidak terhingga, kekuatan yang sungguh menakjubkan karena Surya merupakan dewa penguasanya. (Sathya Sai Vahini, hlm. 184)

8. Mantra Gayatri terdapat di mana?
Mantra Gayatri terdapat di dalam Weda, kitab suci paling kuno yang dimiliki manusia. (Rg Weda III, 62:10)

9. Siapakah Gayatri?
Gavatri adalah ibu Weda. Gayatri Chandasaam Maathaa.

10. Siapakah yang diselamatkan oleh Gayatri?
Gayatri menyelamatkan orang yang mengucapkannya.
Gaayantham thraayathe ithi Gayatri.

11. Di manakah Gayatri berada?
Gayatri berada di manapun mantra itu diucapkan. (Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 235).

12. Apakah ketiga nama Gayatri?
Gayatri mempunyai tiga nama: Gayatri, Saavitri, dan Saraswathi. Ketiganya ada dalam diri setiap manusia. Gayatri adalah penguasa indera, Saavitri adalah penguasa prana ‘daya hidup atau tenaga hayati’, Saavitri menandakan kebenaran. Saraswathi adalah aspek Tuhan yang menguasai kemampuan bicara. Ketiganya melambangkan kemurnian dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan (trikarana suddhi).
(Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 235) dan lihat juuga pertanyaan No.30.
(Gayatri, Saavitri, dan Saraswathi akan bersemayam dalam diri manusia yang melaksanakan kemurnian serta keselarasan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatannya).

13. Mantra Gayatri ditujukan kepada siapa?
Mantra Gayatri ditujukan kepada Tuhan yang imanen dan transenden (Tuhan yang berada dalam kesadaran segala makhluk dan segala sesuatu, tetapi juga melarnpaui segala sesuatu).

14. Apakah nama yang diberikan untuk Tuhan yang imanen dan transenden?
Tuhan yang imanen dan transenden disebut Savitha.

15. Apakah arti Savitha?
Savitha berarti ‘yag merupakan asal segala sesuatu’.

16. Mantra Gayatri dapat dianggap memiliki berapa bagian?
Mantra Gayatri dapat dianggap memiliki tiga bagian. Mantra ini mempunyai ketiga unsur yang terdapat dalam pemujaan Tuhan Y aitu: pujian, meditasi, dan doa. Kesembilan huruf yang pertama menunjukkan sifat-sifat Tuhan yaitu:

“OM BHUR BHUVA SVAHA
TAT SAVITUR VARENYAM
BHARGO DEVASYA”
“DHIIMAHI” berkaitan dengan meditasi.
“DHI YO YONAH PRACHODAYAT”
merupakan permohonan kepada Tuhan agar menganugerahkan segala kekuatan dan kernampuan kepada kita. (Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 236).

17. Ketiga bagian ini juga dapat digambarkan sebagai apa?
Ketiga bagian ini juga dapat dilukiskan sebagai berikut:
(1) Pujian kepada Savitha. Mula-mina Tuhan dipuja-puji.
(2) Meditasi pada Savitha. Setelah itu Tuhan direnungkan dengan khidmat.
(3) Doa kepada Savitha. Diajukanlah permohonan kepada Tuhan untuk membangkitkan dan menguatkan akal budi atau kemampuan pertimbangan yang bijak dalam diri kita.

18. Mantra Gayatri dianggap sebagai apa?
Mantra Gayatri dianggap sebagai intisari ajaran Weda. (Vedasara)

19. Apakah yang dikembangkan oleh mantra Gayatri?
Menghidupakan mantra Gayatri membantu menuembangkan dan mempertajam kemampuan akal budi manusia.

20. Apakah manfaat lain yang diperoleh orang yang mengucapkan mantra Gayatri?
Orang yang mengucapkan mantra Gayatri secara teratur dengan penuh keyakinan akan memperoleh faedah sebagai berikut:
(1 ) Mantra Gayatri membebaskanyaa dari berbagai penyakit. (Sarva roga nivaarini gayatri).
(2) Mantra Gayatri menangkis atau mencegah segala kesengsaraan.
(Surva duhkha parivaarini Gayatri).
(3) Mantra Gayatri merupakan pengabul segala keinginan. (Sarva vaancha phalasri Gayatri).
(Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 236).

21. Apa yang dianugerahkan mantra Gayatri kepada orang yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan?
Mantra Gayatri menganugerahkan segala hal yang bermanfaat kepada orang yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan. (Sanathana Sarathi, September 1995, h1m. 236).

22. Apakah manfaat lain yang diperoleh dengan mengucapkan mantra Gayatri?
Bila mantra Gayatri diucapkan (secara teratur dengan penuh keyakinan), berbagai jenis kesaktian akan tirnbul dalam diri orang tersebut. Karena itu, mantra Gayatri tidak boleh diperla¬kukan sernbarangan. (Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 236). Lihat juga Pertanyaan No: 30.

23. Apakah kebenaran?
Kebenaran adalah hal yang berlaku sepanjang masa: dahulu. Sekarang, dan kelak. Kebenaran itu adalah mantra Gayatri. (Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 236).

24. Apakah yang secara tidak langsung dinyatakan oleh mantra Gayatri?
Secara tidak langsung mantra Gayatri menyatakan kebenaran empat maha akyu pernyataan agung, atau empat pernyataan inti yang tertera dalam empat Weda.

25. Apakah keempat maha vakya tersebut?
Keempat maha vakya itu adalah sebagai berikut:
(1) PRAJNANAM BRAHMA ‘kesadaran adalah Brahman’.
(Dari Aitareya Upanishad dalam Rig Weda).
(2) AHAM BRAHMA ASMI ‘Akulah Brahman’.
(Dari Brihadaranyaky Upanishad dalam Yajur Weda)
(3) TAT TVAM ASI ‘Engkau adalah Itu (Tuhan Yang Mahabesar dan tidak terlukiskan).
(Dari Chandogya Upanishad dalam Sama Weda).
(4) AYAM ATMA BRAHMA ‘Diri sejati ini adalah Brahman’.
(Dari Mandukya Upanishad dalam Atharva Weda).

26. Bilakah sebaiknya kita mengucapkan mantra Gayatri?
Mantra Gayatri sebaiknya diucapkan pada waktu subuh, tengah hari, dan senja.

27. Waktuwaktu tersebut dikenal sebagai apa?
Saat-saat tersebut juga dikenal sebagai sandhya kaalam yaitu pertemuan antara malam dan pagi, pagi dan sore, serta sore dan malarn. Waktu-waktu tersebut bermanfaat untuk latihan rohani.

28. Apakah kita harus terikat pada periode waktu tersebut bila akan mengucapkan Gayatri?
Tidak. kita tidak perlu terikat oleh ketiga periode tersebut bila akan mengucapkan mantra Gayatri.

29. Jadi, bilakah kita dapat mengucapkan mantra Gayatri?
Mantra Gayatri dapat diucapkan kapan saja dan di mana saja.

30. Apa yang harus diusahakan dan dijaga sepanjang waktuoleh orang yang mengucapkan mantra Gayatri?
Orang yang mengucapkan mantra Gayatri harus menjaga agar hatinva selalu murni. Bhagavan memerintahkan agar:
(1 ) kita tidak memperlakukan mantra Gayatri secara sembarangan (pertanyaan No: 22), dan
(2) hati kita harus selalu murni.
Karena itu, kita harus mematuhi dan melaksanakan ajaran Bhagawan secara mutlak. Ajaran ini dapat kita peroleh dalam Wacana Musim Panas 1990.
Singkatnya sebagai berikut:
(1) Ucapkan kebenaran. Berilah nilai pada perkataanmu. Kebenaran merupakan jiwa suatu perkataan.
(2) Laksanakan kebajikan. Bagaimana caranya? Dengan mengembangkan trikarana suddhi. (Pertanyaan No: 12).
(3) Kemurnian dan keselarasan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Jangan berpikir yang buruk. Pikirkan hal yang balk.
Jangan melihat yang buruk. Lihatlah hal yang baik.
Jangan mendengarkan yang buruk. Dengarkan hal yang baik.
Jangan berbicara yang buruk. Bicarakan hal yang baik.
Jangan melakukan yang buruk. Lakukan hal yang baik.
Laksanakan petunjuk Bhagawan sepanjang waktu.
(4) Selalu menolong, jangan pernah menyakiti.
(5) Persembahkan segala kegiatanmu kepada Tuhan tanpa mempedulikan hasilnya, dan tanpa perasaan keliru menganggap dirimu sebagai pelakunya.

31. Apakah nasihat Bhagawan kepada kaum muda?
Bhagawan menasihati kaum muda agar mereka mengucapkan mantra Gayatri pada waktu mandi.

32. Mengapa Bhagawan menyarankan hal ini?
Bhagawan berkata bahwa bila kita mandi, kita membersihkan tubuh kita. Karena itu, kita harus menggunakan kesempatan ini untuk sekaligus membersihkan pikiran dan budi kita.

33. Pada kesempatan apa lagi Bhagawan menyarankan agar kita mengucapkan mantra Gayatri?
Bhagawan menyarankan agar kita mengucapkan mantra Gayatri:
(1) sebelum makan.
(2) pada waktu bangun tidur.
(3) pada waktu akan tidur.

34. Setelah mengucapkan mantra Gayatri, apa yang harus kita ucapkan?
Setelah selesai mengucapkan mantra Gayatri kita harus mengucapkan shaanti tiga kali.

35. Mengapa kita harus mengulang shaanthi tiga kali setelah mengucapkan mantra Gayatri?
Kita harus mengulang shaanthi untuk memberikan kedamaian batin pada tiga hal dalam diri kita: badan, pikiran, dan jiwa.

36. Bhagawan mengajarkan mantra Gayatri dan artinya kepada Sri E. B. Fanibunda. Apakah pokok-pokok penting dalam ajaran Bhagawan?
Ajaran Bhagawan kepada Sri Fanibunda dituliskan dalam bukunya Vision of the Divine (hlm. 79-80). Pokok-pokok utamanya adalah sebagai berikut:
(1) Bila mantra Gayatri tidak diucapkan dengan benar, man¬tra itu menimbulkan efek sebaliknya, menyelubungi orang yang bersangkutan dalam kegelapan. Tetapi bila kita mengucapkannya dengan kasih, Tuhan akan menerimanya.
(2) Baba menasihatkan agar setiap kata diucapkan dengan jelas dan tegas, tidak tergesa-gesa.
(3) Gayatri berada pada landasan Weda dan pantas disebut Weda Mata ‘Ibu Weda’.
Mantra Gayatri meresapi segala sesuatu di seluruh alam semesta.
(4) Gayatri memelihara, melindungi, dan menyelamatkan orang yang mengucapkannya dari kematian.
(5) Mantra Gayatri merupakan doa universal yang memohon kejernihan akal budi agar kebenaran dapat tercermin di dalamnya tanpa penyimpangan.
(6) Bhagawan telah menyatakan bahwa mantra Gayatri dapat diucapkan oleh pria dan wanita dari segala bangsa dan kepercayaan. Doa ini memohon pada kekuatan mulia yang meresapi Surya dan ketiga alam, agar menggugah, membangkitkan, dan menguatkan kecerdasan sehingga dapat membimbing kita menuju sukses, melalui sadhana yang intensif.
(Lihat juga Sathya Sai Speaks III: 242).
(7) Hati kita perlu dibersihkan tiga kali sehari pada waktu fajar, siang, dan sore. Selain saat-saat tersebut, Bhagawan telah menyatakan bahwa mantra Gayatri dapat diulang-ulang di mana saja dan kapan saja, termasuk pada malam hari.
(8) Mantra Gayatri sama artinya dengan ketuhanan, karena itu harus diucapkan dengan rendah hati, penuh hormat, keyakinan, dan kasih kepada mantra tersebut.
(9) Weda merupakan napas Tuhan dan mantra Gayatri adalah landasan Weda.
( 10) Bhagawan adalah Wedapurusha dan karena itu merupakan sumber tertinggi yang paling dapat dipercaya mengenai Weda.
(11) Kasih dan hormat pada mantra Gayatri dengan keyakinan pada hasil yang dijanjikannya jauh lebih penting daripada sekadar pengulangan-pengulangan secara mekanis dengan pikiran melantur ke mana-mana.
(12) Doa ini ditujukan kepada Tuhan sebagal Ibu. “Oh, Ibu Jagat Raya, hati kami penuh kegelapan. Mohon lenyapkan kegelapan ini dan terangilah hati kami.
(13) Keyakinan penuh pada kesaktian dan keampuhan man¬tra Gayatri hanya dapat timbul bila sudhaka telah mengernbangkan semangat, hormat, dan kasih kepada man¬tra ini hingga tingkat tertentu.
(14) Semakin sering seseorang mengucapkan mantra Gayatri, semakin besar manfaat yang diperolehnya. (Lihat pertanyaan No: 47).

37. Bagaimana manusia menyalahgunakan hidupnya?
Manusia lupa pada sifatnya yang sejati karena kelekatannya pada tubuh. Kesenangan tubuh dijadikannya tujuan hidup dan ia melibatkan dirinya sendiri dalam kesengsaraan. Tubuh itu seperti mobil dan atma pengemudinya. Manusia melupakan perannya yang sesungguhnya sebagai pengemudi dan tubuh yang sebenarnya hanya kendaraan dianggapnya sebagai diri sejati. (Sanathana Sarathi, September 1995, h1m, 233, 234).

38. Bagaimanakah kehidupan manusia yang seharusnya?
Kehidupan manusia harus merupakan rangkaian pengorbanan yang tiada putusnya: yang rendah demi yang lebih luhur, atau yang kecil demi yang lebih luas.

39. Apa yang tidak dapat dilihat oleh kedua mata kita?
Kedua mata kita dipusatkan pada dunia obyektif dan daya tariknya yang fana. Karena itu, mereka tidak dapat melihat yang keindahan dan keagungan alam jiwa.

40. Untuk tujuan apakah mantra Gayatri diberikan kepada kita?
Mantra Gayatri diberikan sebagai mata ketiga (cakra ajna) untuk mengungkapkan pandangan batin kepada kita. Dengan mengembangkan pandangan batin ini kita dapat menyadari Brahman. (Pertanyaan No:46).

41. Mengapa kita harus menjaga mantra Gayatri sepanjang hidup kita?
Mantra Gayatri merupakan harta yang sangat berharga, karena itu kita harus menjaganya sepanjang hidup kita. Kita harus belajar mengucapkan dan mengidungkan mantra Gayatri
tepat seperti yang diajarkan Bhagawan.
(Bhagawan telah mengajarkan dan mengucapkan kalimat serta lagu mantra Gayatri dan wacana tersebut direkam dalam Sathya Sai Bhajanavali, kaset No: 14, yang dijual di toko Prasanthi Nilayam. Kaset tersebut berjudul Bhagavan Speaks on gayatri at Upanayanam Ceremony on 17-3-1983 at Prasanti Nilayam).

42. Apakah yang seharusnya tidak pernah kita hentikan?
Seharusnya kita tidak pernah menghentikan mantra Gayatri. Dengan kata lain, kita harus mengucapkan mantra gayatri sekurang-kurangnya beberapa kali sehari dengan hati yang murni.

43. Apa yang boleh kita hentikan?
Kita boleh menghentikan atau mengesampinkan mantra apa saja lainnya, tetapi jangan sampai kita menghentikan mantra Gayatri sepanjang hidup kita.

44. Manfaat apa yang dapat kita peroleh dengan mengucapkan mantra Gayatri beberapa kali sehari dengan hati yang murni?
Mantra Gayatri akan melindunui kita dari mara bahaya dimana pun kita berada, apakah:
(1) di dalam bus atau mobil.
(2) di dalam kereta api atau pesawat terbang.
(3) di pasar atau di jalan.

45. Apa sang telah diketemukan orang-orang Barat mengenai Gayatri?
Para ilmuwan Barat telah menemukan bahwa bila mantra Gayatri diucapkan dengan aksen yang benar seperti yang digariskan dalam Weda, lingkumgan sekitarnya tampak diterangi oleh vibrasi yang ditimbulkan oleh mantra terebut. Bhagawan memberitahu kita, “Suara mantra sama nilainya dengan artinya.” Sadhana, the Inward Path, 90, Prasanthi Nilayam. Juga Sathya Sai Speaks III:242. (Karena itu, kita harus belajar mengucapkan mantra Gayatri dengan benar seperti yang diajarkan oleh Bhagawan).
(Mantra Gayatri yang diucapkan oleh Bhagawan diulang 3 kali pada akhir acara kidung suci di Barnes Place No: 22, Colombo 7. Disarankan agar jangan mempelajari pengucapannya dari guru-guru lain).

46. Manfaat spiritual apa yang akan kita peroleh dengan mengucapkan mantra Gayatri?
Cahaya Brahman (Brahmaprakasa) akan turun pada kita, menerangi akal budi dan jalan spiritual kita, bila kita mengucapkan mantra Gayatri dengan benar seperti yang diajarkan oleh Bhagawan.

– Pada waktu mengucapkan mantra Gayatri sebaiknya kita mengikuti petunjuk yang diberikan Sri Krishna kepada Arjuna dalam Bhagawad Gita 5:27, “Menutup semua indera dan memusatkan perhatian di antara kedua alis…..”.

47. Berapa seringkah kita harus mengucapkan mantra Gayatri?
Bhagawan telah mengatakan bahwa kita harus mengucapkan mantra Gayatri sesering mungkin. (Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 238).

Lihat juga pertanyaan 36, butir 14, “Semakin sering seseorang mengucapkan mantra Gayatri, semakin banyak manfaat yang diperolehnya”. Sebaiknya kita mengucapkan mantra Gayatri sekurang-kurangnya 108 kali (satu japa mala) setiap pagi. Ini hanya memakan waktu 15 menit. Mereka yang memilih mengucapkan mantra Gayatri sebagai latihan rohaninya, dapat mengucapkan 3 atau 5 japa mala setiap pagi dan melakukan jumlah yang sama atau kurang pada sore hari. Mengucapkan 10 mala (2,5 jam) setiap Minggu pagi dan hari-hari libur bukannya tidak mungkin bagi sadhaka yang serius).
Gayatri Purascharana dilakukan dengan japa 10 mala setiap pagi selama 24 atau 40 hari tanpa henti. Agar dapat menyerap kekuatan mantra, hidup yang murni dan diet yang sathwik sangat penting.

48. Jika kita mengucapkan mantra Gayatri sambil mandi atau sebelum makan, apa hasilnya?
Bila kita mengucapkan mantra Gayatri pada waktu mandi, mandi kita menjadi suci. Jika kita mengucapkannya sebelum makan, makanan kita menjadi persembahan bagi Tuhan. Kita harus mengembangkan bakti yang tulus kepada Tuhan, yang timbal dari lubuk hati kita.
(Sanathana Sarathi, September 1995, h1m. 238).

49. Siapakah Gayatri?
Gayatri adalah Anna Purna, Tuhan sebagai Ibu Jagat Raya, kekuatan Tuhan yang menjiwai segala kehidupan.

50. Gayatri dilukiskan dengan lima wajah. Apakah wajah itu?
Kelima wajah Gayatri adalah sebagai berikut:
(1) Om, atau Pranawa merupakan wajah pertama. Prinsip Pranawa mewakili 8 bentuk, kekayaan yang berbeda (ashta aiswarya).
(2) Bhur Bhuva Svaha, merupakan wajah kedua.
(3) Tat Savitur varenyarn, merupakan wajah ketiga.
(4) Bhargo Devasya dhiimahi, merupakan wajah keempat.
(5) Dhi yo yo nah prachodayat, merupakan wajah kelima.
Kelima aspek mantra Gayatri ini berada dalam diri setiap manusia (Sanathana Sarathi, September 1995, h1m. 233). Lihat juga pertanyaan No: 12.

51. Mengapa kita harus melakukan japa mantra Gayatri tanpa henti?
Kita harus melakukan japa Gayatri tanpa henti karena:
(1) mantra Gayatri akan melindungi kita dari bahaya dimana pun kita berada, entah di dalam bus, mobil, kereta api, pesawat terbang, di pasar atau pun di jalan.
(2) Brahmaprakasa ‘cahaya Brahman’ akan turun kepada kita dan rnenerangi jalan spiritual kita bila kita mengucapkan mantra Gayatri.

52. Bagaimana mantra Gayatri melindungi kita?
Mantra Gayatri melindungi kita karena Gayatri adalah Annapurna. Ibu Jagat Raya, kekuatan yang menjiwai segala kehidupan. Bila kita dilindungi Annapurna, Tuhan sebagai Ibu, kita tidak perlu rnenangis untuk pangan atau papan. (Karena itu, kita harus mengucapkan mantra Gayatri sesering mungkin. Semakin banyak kita mengucapkan mantra Gayatri, semakin besar manfaatnya bagi kita. Lihat pertanyaan No. 47).

53. Selain perlindungan yang kita peroleh dengan man¬tra Gayatri, adakah perlindungan lain yang kita perlukan?
Tidak. Bhagawan memberitahu kita bahwa mantra Gayatri cukup untuk melindungi orang yang mengucapkannya. (Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 237).

54. Mengapa mantra Gayatri saja sudah cukup untuk melindungi orang yang mengucapkannya?
Gayatri cukup untuk melindungi orang yang mengucapkannya karena seperti yang diberitahukan Bhagawan kepada kita, mantra ini mengandung segenap kekuatan Tuhan.

55. Manfaat apa yang akan diperoleh para pelajar dan mahasiswa bila mengucapkan mantra Gavatri?
Pada upacara upanayanam yang diselenggarakan di Prasanthi Nilayam pada tanggal 7-3-1983 (kaset Bhajanavali No: 14). Bhagawan memberitahu para pelajar dan mahasiswa sebagai berikut:

“Kalian boleh mengucapkan atau tidak mengucapkan mantra lain, tetapi ingatlah, dengan mengucapkan mantra Gayatri manfaatnya dapat kaulihat. Dengan terus menerus mengucapkan mantra Gayatri, engkau sendiri akan mencapai keadaan pernenuhan, suatu perasaan bahwa engkau telah mencapai sesuatu.
Tetapi ada makna yang lebih mendalam mengapa mantra Gayatri ini diberikan kepada anak-anak kecil. Dalam mantra ini terdapat kata penutup “Dhi yo yo nah prachodayat”. Artinya begini, sebelum engkau diberi mantra ini, secara intelektual engkau terbelakang, secara mental engkau anak malas, dan engkau memiliki beberapa sifat negatif.
Tetapi setelah engkau diberi mantra ini, akal budimu menjadi lebih tajam, engkau menjadi lebih giat, lebih bersemangat, dan tentu saja memenuhi syarat untuk memperoleh nilai yang lebih balk, peringkat yang lebih baik, dan kelas-kelas utama.

Mulai besok, sernoga anak-anak ini, karena mengucapkan mantra ini pada pagi dan sore hari, diberkati dengan ketajaman akal budi yang langka yang mempengaruhi peruntunganya dan akan menentukan nasib mereka. Mereka akan mencapai pendidikan yang tinggi. Mereka akan menjadi warganegara teladan sehingga masa depan negeri ini akan aman di tangan mereka.

Dalam wejangan di Mandir Prasanthi pada tangual 23- 8-1995 Bhagawan berkata. “Mantra Gayatri merupakan hal yang paling dibutuhkan kaum muda karena (doa itu) menjamin masa depan yang cerah dan memberi harapan baik bagi mereka.” (Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 233-238).

Catatan:
Bila tidak dituliskan sumbernya, jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas diambil dari Sathya Sai Baba Speaks jilid X, hlm. 109, 110, dan dari Sanathana Sarathi, September 1995, hlm. 233-238.

Source : selaluhindu.blogspot.co.id

~ Article view : [1391]