Makna Sanggah Turus Lumbung Dalam Hindu-Bali

380

Sanggah Turus Lumbung adalah sanggah yang terbuat dari pohon dapdap dan juga di awal pembuatan sanggah, banyak umat yang menggunakan pepohonan ini yang dipercayai sebagai taru sakti.

Makna Sanggah Turus Lumbung

Turus lumbung mengandung arti kias “melindungi dan menghidupi pemujanya”. Turus dapdap merupakan tameng atau perisai, yakni alat untuk melindungi diri ; dan lumbung, yakni tempat untuk menyimpan padi untuk penghidupan. Bangunan ini sifatnya sementara yang nantinya akan diganti dengan bangunan yang agak permanen menurut kemampuan penghuninya.
Namun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi maka didirikanlah sanggah permanen. Mengenai batasan waktu penggunaan turus lumbung memang secara mutlak tidak ada ketentuannya. sebab sesuai dengan sifat ajaran agama hindu yang luwes, pengalamannya selalu dikembalikan kepada umat yang bersangkutan.
Namun, dalam sitidarma.org dijelaskan, Turus lumbung ‘dibolehkan’ dalam Lontar Gong Besi hanya dalam waktu 6 (enam) bulan; bila lewat 6 bulan maka pada kaki turus lumbung agar ditanam kwangen dengan uang kepeng 11 kepeng; demikian setiap 6 bulan lagi bila bangunan belum selesai juga.
Dengan pemahaman “catur purusha arta” usahakan turus lumbung tidak terlalu lama, dalam artian pengeluaran-pengeluaran rumah tangga lainnya dihemat agar bisa membangun pelinggih permanen.
sumber: sejarahharirayahindu, sitidarma

~ Article view : [128]