Mahabharata

Recent article / Recent article

1

1. Cinta Dushmanta Terpaut di Hutan

| Cerita Mahabharata | No Comments

  MAHABHARATA Oleh : Nyoman S.Pendit Pendahuluan Dalam kesusastraan Indonesia kuno kita mengenal dua Epos besar, yaitu Ramayana dan Mahabharata, yang pada awalnya ditulis dalam bahasa Sanskerta. Menurut para arif bijaksana, Ramayana dikatakan lebih tua daripada Mahabharata. Keduanya memuat uraian tentang adat istiadat, kebiasaan, dan kebudayaan manusia di jaman dahulu….

mahabharata

2. Dewabrata, Putra Raja Santanu dan Dewi Gangga

| Cerita Mahabharata | No Comments

2. Dewabrata, Putra Raja Santanu dan Dewi Gangga Wahai Dewiku, maukah engkau menjadi istriku? Aku“tidak peduli siapa pun engkau. Aku terpesona oleh kecantikanmu dan jatuh cinta padamu. Siapakah engkau dan dari manakah asalmu?” kata Raja Santanu kepada seorang gadis jelita yang berdiri di hadapannya. Sesungguhnya gadis itu adalah Dewi Gangga,…

2

3. Dewabrata Bersumpah Sebagai Bhisma

| Cerita Mahabharata | No Comments

3. Dewabrata Bersumpah Sebagai Bhisma Dengan hati bahagia Raja Santanu menyambut putra-nya dan membawanya ke istana. Anak yang dikelilingi aura keagungan dan menunjukkan watak-watak kesatria sejati itu dinobatkannya menjadi putra mahkota. Dewa-brata diangkat sebagai yuwaraja atau putra mahkota yang bertugas mendampingi Raja dalam memerintah. Dia pula yang akan mewarisi kerajaan…

4

4. Amba, Ambika, dan Ambalika

| Cerita Mahabharata | No Comments

4. Amba, Ambika, dan Ambalika hitranggada, putra Satyawati, tewas dalam pertempu-Cran melawan gandarwa. Karena ia tewas dalam pepe-rangan tanpa memiliki anak, maka Wichitrawirya, adiknya, dinobatkan menjadi raja menggantikannya. Tetapi, karena waktu naik takhta dia belum dewasa, tampuk pemerin-tahan untuk sementara dipegang oleh kakaknya dari lain ibu, yaitu Dewabrata alias Bhisma,…

Bhagawad Gita
1

Bab I ~ Gundahnya Sang Arjuna [ page 1 ]

| Bab 01 - Gundahnya Sang Arjuna | No Comments

Bermulalah di sini Gita suci yang dituturkan dari Yang Maha Suci Kreshna. Berkatalah Dhristarashtra : 1. Di dataran nan suci ini (dharmakshetra), tanah kebenaran, tanahnya para Kuru, berkumpullah putra-putraku beserta laskar-laskar mereka, dan juga putra-putra Sang Pandu (Ayahanda Pandawa) bersiap-siap untuk suatu yudha. Apa saja yang sedang mereka lakukan beritakanlah…

2

Bab I ~ Gundahnya Sang Arjuna [ page 2 ]

| Bab 01 - Gundahnya Sang Arjuna | No Comments

7. Ketahuilah juga, oh Engkau yang teragung di antara yang dilahirkan dua kali, pemimpin-pemimpin dan pendekar-pendekar di pihak kami, akan kusebutkan mereka demi Engkau yang kuhormati, “Yang teragung diantara yang dilahirkan dua kali” adalah ungkapan yang ditujukan kepada Resi Drona, karena sang resi ini adalah seorang brahmana dan biasanya kaum brahmana…

3

Bab I ~ Gundahnya Sang Arjuna [ page 3 ]

| Bab 01 - Gundahnya Sang Arjuna | No Comments

16. Raja Yudhistira, putra ibu Kunti, meniup Anantawijaya, Nakula dan Sahadewa masing-masing meniup Sugosha dan Manipuspaka. • Raja Yudhistira: Yang tertua di antara Pandawa adalah seorang maha-raja yang berwatak tenang, penuh kasih-sayang dan amat bijaksana dalam segala tindak-tanduknya, tak pernah bohong dalam segala hal. Beliau dikenal lebih sebagai seorang negarawan daripada seorang…

4

Bab I ~ Gundahnya Sang Arjuna [ page 4 ]

| Bab 01 - Gundahnya Sang Arjuna | No Comments

25. Di hadapan Bhisma, Drona dan pendekar-pendekar lainnya. Berkatalah Kreshna : Lihatlah, oh Arjuna, para Kuru yang sedang berkumpul (di sini). 26. Dan Arjuna pun melihat paman-pamannnya, para sesepuh (kakek-kakek), guru-guru, saudara-saudara dari ibunya, putra-putra dan para cucu, misan dan sahabat-sahabatnya, berdiri berbaris rapi. 27. Juga terlihat ayah-mertuanya dan para teman yang terdapat…

Novel

Api di Bukit Menoreh [ series 1-5]

| Api di Bukit Menoreh | No Comments

Karya : SH Mintardja   SEKALI_SEKALI terdengar petir bersabung di udara. Setiap kali suaranya menggelegar memenuhi lereng Gunung Merapi. Hujan diluar seakan-akan tercurah dari langit. Agung Sedayu masih duduk menggigil diatas amben bambu. Wajahnya menjadi kian pucat. Udara sangat dingin dan suasana sangat mencemaskan. “Aku akan berangkat “tiba-tiba terdengar suara…

Api di Bukit Menoreh [ series 6-10]

| Api di Bukit Menoreh | No Comments

Karya : SH Mintardja Series 6 Untara dan Agung Sedayu kemudian tidak membuang-buang waktu lagi. Segera mereka mulai dengan suatu latihan yang keras. Ternyata Untara benar-benar ingin melihat, sampai dimana puncak kemampuan adiknya. Ketika latihan itu telah berjalan beberapa lama, maka tahulah Untara bahwa apa yang dikatakan oleh Widura itu…

Api di Bukit Menoreh [ series 11-14]

| Api di Bukit Menoreh | No Comments

Karya : SH Mintardja   Series 11 Sumangkar memandang orang itu. Orang yang bertubuh kekar itu. Ia melihat beberapa cacat tubuhnya. Jari-jari tangan kirinya tidak lagi genap. Tiga di antaranya terpotong dalam pertempuran. Sebuah goresan melintang menghias dadanya, dan di pelipisnya tampak bekas luka pula. “Aku bukan lagi mondar-mandir saja…

Api di Bukit Menoreh [ series 15-20]

| Api di Bukit Menoreh | No Comments

Karya : SH Mintardja   Series 15 DEMIKIANLAH, maka sejenak kemudian mereka berdua telah terlibat dalam sebuah pekelahian yang semakin sengit. Pedang Sidanti berputar dengan cepatnya sedang senjata khususnya di tangan kiri dipergunakannya sebagai perisai, namun kadang-kadang senjata itulah yang mematuk dengan sangat berbahaya. Sebuah sentuhan dan goresan pada kulit…