Share Your Comment about Sastra Bali

Your Name (required)

Your Email (required)

Subject

Your Message

captcha

type The word Above

ORGANIC MIND SHOP

Gatotkaca

May 22nd, 2012|

Gatotkaca

 

Gatotkaca sangat hebat tapi sayang dia harus mati di usia muda. Kematian Gatotkaca sudah diatur oleh Prabu Kresna. Prabu Kresna menginginkan kemenangan sempurna bagi pihak Pandawa dalam perang Bharatayudha. Beliau takut dengan panah andalan Karna yang bernama Kunta. Kunta adalah senjata pemberian Batara Indra. Panah tersebut merupakan senjata yang maha ampuh, tidak ada senjata yang lebih hebat dari Kunta. Tapi sayang Panah Kunta hanya bisa digunakan sekali.

Rencana Karna untuk menggunakan Panah Kunta untuk menghadapi Arjuna. Tetapi melihat Gatotkaca begitu perkasa menghancurkan pasukan Kurawa. Pihak Kurawa putus asa dan meminta Karna untuk membunuh Gatotkaca tetapi Gatotkaca tidak bisa dihadapi karena Gatotkaca bisa tebang dan bersembunyi di balik awan dan kebal dengan semua senjata pusaka yang ada. Akhirnya Karna tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan Panah Kunta. Karena beliau sadar kalau Gatotkaca tidak dibinasakan maka seluruh Pasukan Kurawa lah yang akan binasa. Dan matilah Gatokaca. Jatuh dari atas langit meremuk bumi. Sebelum menyentuh bumi, Gatotkaca membesarkan tubuhnya sebesar gunung dan membunuh ribuan pasukan Kurawa. […]~ Article view : [402]

Palasara

May 22nd, 2012|

Palasara

 

Akan kutulis ulang sejarah salah arcapada. Apakah Tuan
pikir apa yang menjadi titik tolak sebuah perang besar
bernama Baratayuda, kelak, dan juga kejadian-kejadian
rancu lainnya, adalah keserakahan terhadap kekuasaan,
nafsu duniawi untuk mereguk segala kenikmatan, dan
hasrat untuk menjadi yang paling hebat? Nanti dulu.
Bukan salah mereka di masa depan entah kapan, yang
memaksa anak-anak manusia itu saling membunuh di
antara sesama saudara. Para dewalah sang kausa prima,
pelaku utamanya. […]~ Article view : [345]

Jabang Tetuka

May 21st, 2012|

Pracona

Kekacauan terjadi di Kayangan Jonggringsaloka. Prabu
Pracona Raja Raksasa Negara Gilingwesi dan Patih
Sakipu mengamuk di Suralaya, karena keinginannya
memperistri Bathari Prabasini ditolak Bathara Guru.
Tak satupun dari para dewa yang dapat mengalahkan
Prabu Pracona dan Patih Sakipu. Sehingga Bathara Guru
menugaskan Bathara Narada untuk meminta bantuan
Pandawa. Arjuna yang datang ke Kahyangan tidak dapat
mengalahkan Patih Sakipu bahkan ia terbuang melayang –
layang dan jatuh dihadapan Resi Kanwa di pertapaan
Yasarata. […]~ Article view : [334]

Yudhistira

May 21st, 2012|

Yudhistira

 

Pandawa (1) Puntadewa / Samiaji / Yudhistira / Dharmaputra

Raden Puntadewa adalah putra sulung dari Prabu Pandudewanata dan Dewi Kuntinalibrata. Sesungguhnya Puntadewa merupakan putra kedua dari Dewi Kuntinalibrata. Akibat Ajian Adityaredhaya ajaran Resi Druwasa, Kunti sempat hamil, sesaat sebelum terjadinya sayembara pilih. Lalu putranya yang di keluarkan dari telingga yang dinamai Karna dibuang dan kemudian diasuh oleh seorang sais kereta bernama Adirata.

Secara resmi memang Puntadewa adalah putra Prabu Pandu dan Dewi Kunti namun sesungguhnya ia adalah putra Dewi Kunti dan Batara Darma, dewa keadilan. Hal tersebut diakibatkan oleh kutukan yang diucapkan oleh Resi Kimindama yang dibunuh Pandu saat bercinta dalam wujud kijang. Tapi akibat dari ajian Adityaredhaya, Dewi Kunti dan Prabu Pandu masih dapat memiliki keturunan untuk menghasilkan penerus takhta kerajaan. Puntadewa bersaudarakan empat orang, dua saudara seibu dan 2 saudara berlainan ibu. Mereka adalah Bima atau Werkudara, Arjuna atau Janaka, Nakula atau Pinten, dan Sadewa atau Tangsen. […]~ Article view : [350]

Bimasena

May 21st, 2012|

Bima

 

Pandawa (2) Bima / Werkudara / Bimasena / Bratasena / Abilawa

Raden Werkudara atau Bima merupakan putra kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata. Tetapi ia sesungguhnya adalah putra Batara Bayu dan Dewi Kunti sebab Prabu Pandu tidak dapat menghasilkan keturunan. Ini merupakan kutukan dari Begawan Kimindama. Namun akibat Aji Adityaredhaya yang dimiliki oleh Dewi Kunti, pasangan tersebut dapat memiliki keturunan.

Pada saat lahirnya, Werkudara berwujud bungkus. Tubuhnya diselubungi oleh selaput tipis yang tidak dapat disobek oleh senjata apapun. Hal ini membuat pasangan Dewi Kunthi dan Pandu sangat sedih. Atas anjuran dari Begawan Abiyasa, Pandu kemudian membuang bayi bungkus tersebut di hutan Mandalasara. Selama delapan tahun bungkus tersebut tidak pecah-pecah dan mulai berguling kesana kemari sehingga hutan yang tadinya rimbun menjadi rata dengan tanah. Hal ini membuat penghuni hutan kalang kabut. Selain itu para jin penghuni hutan pun mulai terganggu, sehingga Batari Durga, ratu dari semua makhluk halus, melapor pada Batara Guru, raja dari semua dewa. Lalu, raja para dewa itu memerintahkan Batara Bayu, Batari Durga, dan Gajah Sena, anak dari Erawata, gajah tunggangan Batara Indra, serta diiringi oleh Batara Narada untuk turun dan memecahkan bungkus bayi tersebut. […]~ Article view : [368]

Arjuna Pandawa

May 21st, 2012|

Arjuna

Pandawa (3) Arjuna / Permadi / Janaka / Dananjaya / Palguna

Raden Arjuna adalah putra ketiga dari pasangan Dewi Kunti dan Prabu Pandu atau sering disebut dengan ksatria Panengah Pandawa. Seperti yang lainnya, Arjuna pun sesungguhnya bukan putra Pandu, namun ia adalah putra dari Dewi Kunti dan Batara Indra. Dalam kehidupan orang jawa, Arjuna adalah perlambang manusia yang berilmu tingga namun ragu dalam bertindak. Hal ini nampak jelas sekali saat ia kehilangan semangat saat akan menghadapi saudara sepupu, dan guru-gurunya di medan Kurusetra. Keburukan dari Arjuna adalah sifat sombongnya. Karena merasa tangguh dan juga tampan, pada saat mudannya ia menjadi sedikit sombong.

Arjuna memiliki dasanama sebagai berikut : Herjuna, Jahnawi, Sang Jisnu, Permadi sebagai nama Arjuna saat muda, Pamade, Panduputra dan Pandusiwi karena merupakan putra dari Pandu, Kuntadi karena punya panah pusaka, Palguna karena pandai mengukur kekuatan lawan, Danajaya karena tidak mementingkan harta, Prabu Kariti saat bertahta menjadi raja di kayangan Tejamaya setelah berhasil membunuh Prabu Niwatakaca, Margana karena dapat terbang tanpa sayap, Parta yang berarti berbudi luhur dan sentosa, Parantapa karena tekun bertapa, Kuruprawira dan Kurusatama karena ia adalah pahlawan di dalam baratayuda, Mahabahu karena memiliki tubuh kecil tetapi kekuatannya besar, Danasmara karena tidak pernah menolak cinta manapun, Gudakesa, Kritin, Kaliti, Kumbawali, Kumbayali, Kumbang Ali-Ali, Kuntiputra, Kurusreta, Anaga, Barata, Baratasatama, Jlamprong yang berarti bulu merak adalah panggilan kesayangan Werkudara untuk Arjuna, Siwil karena berjari enam adalah panggilan dari Prabu Kresna, Suparta, Wibaksu, Tohjali, Pritasuta, Pritaputra, Indratanaya dan Indraputra karena merupakan putra dari Batara Indra, dan Ciptaning dan Mintaraga adalah nama yang digunakan saat bertapa di gunung Indrakila. Arjuna sendiri berarti putih atau bening. […]~ Article view : [875]

Nakula

May 21st, 2012|

Nakula

Pandawa (4) Nakula / Pinten

Resminya, Nakula atau Pinten adalah putra dari Prabu Pandu dan Dewi Madrim. Namun karena Prabu Pandu tak dapat behubungan tubuh dengan istrinya, maka Dewi Madri yang telah diajari ilmu Adityaredhaya oleh Dewi Kunti memanggil dewa tabib kayangan yang juga dikenal sebagai dewa kembar. Batara Aswan-Aswin. Nakula adalah putra dar Batara Aswan sedang Sadewa adalah putra dari Batara Aswin.

Raden Nakula memiliki perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia.

Setelah 12 tahun menjadi buangan di hutan, Nakula beserta saudara-saudaranya menyamar di negri Wirata. Di sana Nakula menjadi seorang pelatih kuda kerajaan bernama Darmagrantika. […]~ Article view : [354]

Sadewa Pandawa

May 21st, 2012|

Sadewa

Pandawa (5) Sadewa / Tangsen

Raden Sadewa atau Tangsen yang merupakan saudara kembar dari Raden Nakula adalah bungsu dari Pandawa. Ia adalah putra dari Dewi Madrim dan Batara Aswin, dewa kembar bersama Batara Aswan, ayah Nakula.

Raden Sadewa memiliki perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia. Dalam hal olah senjata, sadewa ahli dalam penggunaan pedang. Nama-nama lain dari Sadewa adalah Sudamala, dan Madraputra.

Dalam penyamaran di Negri Wirata Sadewa menjadi pengurus taman kerajaan di Wirata bernama Tantripala.

Jika Nakula tak dapat lupa akan segala hal maka, Sadewa juga memiliki ingatan yang kuat serta ahli dalam hal menganalisis sesuatu. Sadewa juga ahli dalam hal Metafisika dan dapat tahu hal yang akan terjadi. Ini diperoleh dari Ditya Sapulebu yang dikalahkannya dan menyatu dalam tubuhnya saat Pandawa membuka hutan Mertani. Selain itu, Sadewa mendapatkan wilayah Bumiretawu atau juga disebut Bawertalun. […]~ Article view : [308]

Palgunadi

May 21st, 2012|

PALGUNADI


Bambang Ekalaya (Palgunadi)
Bambang Ekalaya versi mahabharata

Ekalaya adalah seorang pangeran dari kaum Nisada. Kaum ini adalah kaum yang paling rendah yaitu kaum pemburu, namun memiliki kemampuan yang setara dengan Arjuna dalam ilmu memanah. Bertekad ingin menjadi pemanah terbaik di dunia, lalu ia pergi ke Hastina ingin berguru kepada bhagawan Drona. Tetapi ditolaknya.

Penolakan Sang Guru
Keinginannya yang kuat untuk menimba ilmu panah lebih jauh, menuntun dirinya untuk datang ke Hastina dan berguru langsung pada Drona. Namun niatnya ditolak, dikarenakan kemampuannya yang bisa menandingi Arjuna, dan keinginan dan janji Drona untuk menjadikan Arjuna sebagai satu-satunya ksatria pemanah paling unggul di jagat raya, yang mendapat pengajaran langsung dari sang guru. Ini menggambarkan sisi negatif dari Drona, serta menunjukkan sikap pilih kasih Drona kepada murid-muridnya, dimana Drona sangat menyayangi Arjuna melebihi murid-murid yang lainnya. […]~ Article view : [424]

Antasena

May 21st, 2012|

ANTASENA

Raden Antasena adalah putra Arya Wekudara yang ketiga dengan Dewi Urangayu, putri Sanghyang Baruna, dewi ikan yang berkedudukan di Kisiknarmada. Pertemuan Bima dengan Dewi Urangayu terjadi ketika Resi Druna menguji siswanya di perguruan Sokalima. Saat itu Werkudara diadu dengan duryudana, karena kalah dalam menggunakan gada, Duryudana sakit hati. Ia menyuruh Dursasana agar melenyapkan Werkudara.

Dursasana pura-pura mengadakan pesta memeriahkan pendadaran siswa Sokalima tadi. Dalam pesta itu Werkudara memeriahkan pendadaran siswa Sokalima tadi. Dalam pesta itu Werkudara diajak minum tuak. Karena terlalu banyak minum, Aryaa Sena mabuk dan jatuh pingsan. Dalam keadaan pingsan itulah tubuh Sena diikat lalu diceburkan ke dalam sungai Jamuna. Tubuh Bima hanyut hingga ke Kisik narmada (pertemuan sungai Jamuna dan sungai Gangga). ia ditolong oleh Batara Baruna dan disembuhkan dengan air Rasakunda. Akhirnya Arya Bima dijodohkan dengan putrinya Dewi Urangayu adik Urang Rayung yang menjadi istri Anoman dan berputera Trigangga. Perkawinan Bima dengan Dewi Urangayu inilah akhirnya Arya Sena berputera Raden Antasena, berkedudukan di Kisik Narmada ikut kakeknya. […]~ Article view : [321]

Karna

May 21st, 2012|

KARNA

Karna adalah salah satu tokoh penting dalam Mahabharata. Ia adalah putra tertua Kunti, sehingga merupakan saudara seibu Pandava dan merupakan yang tertua dari keenam saudara tersebut. Walaupun Duryodhana menunjuknya sebagai raja Anga, perannya dalam kisah Mahabharata jauh melebihi peran seorang raja. Karna bertarung di pihak Kaurava dalam perang di Kurukshetra.

Semasa mudanya, Kunti merawat resi Durvasa selama satu tahun. Sang resi sangat senang dengan pengabdian yang diberikan olehnya sehingga memberikan anugerah untuk memanggil salah satu dari para dewa dan dewa yang dipilihnya tersebut akan memberiknya seorang putra yang mempunyai sifat baik menyamai dewa tersebut. […]~ Article view : [428]

Anantareja

May 21st, 2012|

Antareja

Raden Hanantareja yang dalam pedalangan cukup dipanggil Anantareja, mempunyai nama lain Wasianantareja, Anantarareja. Ia adalah putra raden Werkudara dengan Dewi nagagini, putri Batara Antaboga, di kahyangan Saptapretala. Antareja kawin dengan Dewi GAnggi, putri Prabu Ganggapranawa raja ular di kerajaan Tawingnarmada. Dari perkawinan ini lahirlah Arya Danurwenda yang kemudian diangkat menjadi patih luar (patih njaba) negara Yawastina pada masa pemerintahan Prabu parikesit.

Antareja berkedudukan di kasatriyan Randuwatang atau juga disebut jangkarbumi. Bersamaan dengan lahirnya Antareja, raja negara jangkarbumi Prabu Nagabaginda menyerang kagyangan Suralaya. Ia meminta Dewi Supreti istri Sanghyang Antaboga untuk dijadikan permaisurinya, namun raja Tribuwana tidak berkenan, namun para dewa tak mampu melawan kesaktian prabu nagabaginda. Akhirnya Batara Antaboga yang ditunjuk supaya mmusnahkan Prabu nagabaginda tadi, Antareja yang masih bayi akhirnya dibawa kakeknya menuju ke medan tempur dan dipertemukan dengan raja Jangkarbumi. Sebelum diadu, bayi Antareja dilumuri air liur Antaboga sehingga menjadi kebal senjata. Bayi Antareja tidak mati melainkan bertambah dewasa. Akhirnya Prabu nagabaginda dapat dibinasakan oleh Antareja, negara Jangkarbumi lalu diserahkan kepada putra Bima tersebut. Prabu Nagabaginda yang tewas itu kemudian menjilma ke tubuh Antareja. […]~ Article view : [358]

Aswatama Anak Inseminasi Manusia Bidadari

May 21st, 2012|

Aswatama

Aswatama anak Resi Dorna yang lahir dari seekor kuda penjelmaan bidadari Wilutama yang sedang menjalani hukuman Dewata. hasil hubungan inseminasi itu membuahkan anak yang urakan, nakal dan tak mengenal mana yang benar mana yang salah. Versi lain mengatakan ia anak Dorna dan Dewi Kerpini putri raja Purung Aji negeri Tempuru.

Sebagai anak Resi kesaktian dan kegagahannya tak mudah dikalahkan lawan. Bersama ayahnya ia bergabung dengan Kurawa hingga tatkala pecah perang Barata ia membantu Kurawa melawan Pandawa.

Suatu waktu terjadi insiden dimana antara dia dengan Prabu Salya raja Mandaraka. Aswatama menuduh Salya telah bekhianat ketika menjadi kusir kereta perang Adipati Karna ketika perang dengan Arjuna. Setiap Karna melepas senjata, Salya selalu mencambuk kudanya hingga kereta bergoyang dan arah panah pun berbelok tidak mengenai sasaran. Tuduhan itu membuat Salya murka dan hampir terjadi baku hantam. Duryudana melerai dan menyalahkan Aswatama hingga si anak resi itu pun ditundung dan angkat kaki tak pernah muncul kembali. Ia baru muncul setelah mengetahui Kurawa telah hampir ludas dan Duryudana sedang sekarat menghadapi ajal. Lebih-lebih setelah mengetahui bahwa ayahnya telah ajal di tangan Drestajumena. Timbul niatnya ingin membalas. Tapi untuk secara terang-terangan berhadapan dengan pandawa ia merasa tak mampu. Jalan satu-satunya mengadakan gerakan di bawah tanah membuat terowongan yang arahnya menuju ke Pesanggrahan Pandawa dan harus dikerjakan di malam hari untuk tidak diketahui pihak Pandawa. Tapi waktu itu bulan sedang gelap. […]~ Article view : [328]

Sakuni Inspirator Pemecah Belah Kurawa-Pandawa

May 21st, 2012|

Sengkuni

Nama Sakuni cukup dikenal sebagai seorang pejabat kerajaan Astina. Ia beperan penting membentuk watak dan prilaku kaum Kurawa. Tetapi sifatnya tidak mencerminkan seorang pendidik yang baik. Hatinya buruk, dengki tapi pengecut dan licik, Ia selalu melakukan manuver politik memburuk-burukan nama baik kaum Pandawa dengan tujuan tahta kerajaan tidak jatuh ke tangan Yudhistira melainkan kepada Duryudana keponakannya.

Setelah Prabu pandu wafat, atas keputusan Dewan sesepuh tahta kerajaan Astina untuk sementara dipercayakan kepada Destarata dan harus diserahkan apabila yudhistira telah dewasa. Tetapi di saat itu pula usaha Sakuni semakin meningkat. Berbagai cara di lakukan untuk merubah karakter kaum Kurawa memutar balikan fakta sejarah, bahwa sesungguhnya Kurawalah yang paling berhak atas tahta kerajaan Astina, usahanya berhasil menanamkan perasaan benci terhadap Pandawa. Sejak itu sering terjadi konflik fisik antara kedua golongan yang masih bersaudara itu. […]~ Article view : [301]