Recent Article

Bab 17 – Tiga Jenis Kepercayaan [ page 4 ]

| Bab 17 - Tiga Jenis Kepercayaan | No Comments

17. Ketiga tapa (di atas) ini disebut sattvik, seandainya dilaksanakan dengan iman yang tinggi oleh mereka-mereka yang stabil pikirannya dan tanpa mengharapkan pamrih. 18. Tapa-tapa yang dilakukan demi peragaan atau pertunjukan yang penuh dengan rasa kesombongan agar mendapatkan rasa hormat, kemasyhuran dan agar dipuja orang, disebut sebagai tapa-rajasik, tapa ini tidak stabil…

Bab 17 – Tiga Jenis Kepercayaan [ page 2 ]

| Bab 17 - Tiga Jenis Kepercayaan | No Comments

10. Makan yang tak segar, tak berasa, basi, cacat, tidak bersih adalah jenis makanan yang disukai oleh orang-orang yang bersifat tamasik. Makanan yang dimakan seseorang pun merefleksikan karakter seseorang itu sendiri, yang didasarkan pada iman orang itu sendiri sesungguhnya. Seperti juga iman atau kepercayaan yang terbagi tiga, maka jenis makanan pun…

Bab 17 – Tiga Jenis Kepercayaan [ page 1 ]

| Bab 17 - Tiga Jenis Kepercayaan | No Comments

Berkatalah Arjuna: 1. Mereka yang tidak kenal akan kaidah-kaidah suci ini, tetapi mempersembahkan pengorbanan dengan kepercayaan (iman) –bagaimanakah keadaan mereka ini, oh Kreshna? Apakah (mereka) ini tergolong sattva, raja atau tama?   Timbul pertanyaan yang wajar di dalam hati sang Arjuna, apakah perlu kita semua belajar tentang hukum atau kaidah-kaidah yang…

Bab 16 – Yang Berhati Suci dan Yang Berhati Iblis [ page 3 ]

| Bab 16 - Yang Berhati Suci dan Yang Berhati Iblis | No Comments

10. Menyerahkan diri mereka kepada nafsu-nafsu yang tak pernah terpuaskan dengan kemunafikan, kedengkian, dan kepentingan diri-pribadi, tergantung pada ide-ide yang salah akibat ilusi, mereka ini bertindak dengan itikad-itikad yang tidak bersih. 11. (Mereka) ini terkurung oleh kekhawatiran-kekhawatiran yang tak terhitung jumlahnya, (mereka) berpikir bahwa pemuasan nafsu-nafsu dan keinginan sebagai puncak cita-cita mereka,…

Nyanyian Sukma

| Puisi | No Comments

Di Dasar Relung Jiwaku Bergema Nyanyian Tanpa Kata; Sebuah Lagu Yang Bernafas Di Dalam Benih Hatiku, Yang Tiada Dicairkan Oleh Tinta Di Atas Lembar Kulit ; Ia Meneguk Rasa Kasihku Dalam Jubah Yg Nipis Kainnya, Dan Mengalirkan Sayang, Namun Bukan Menyentuh Bibirku. Betapa Dapat Aku Mendesahkannya? Aku Bimbang Dia Mungkin…

Aku Bicara Perihal Cinta

| Puisi | No Comments

Apabila Cinta Memberi Isyarat Kepadamu, Ikutilah Dia, Walau Jalannya Sukar Dan Curam. Dan Pabila Sayapnva Memelukmu Menyerahlah Kepadanya. Walau Pedang Tersembunyi Di Antara Ujung-Ujung Sayapnya Bisa Melukaimu. Dan Kalau Dia Bicara Padamu Percayalah Padanya. Walau Suaranya Bisa Membuyarkan Mimpi-Mimpimu Bagai Angin Utara Mengobrak-Abrik Taman. Karena Sebagaimana Cinta Memahkotai Engkau, Demikian…

Kata Selembar Kertas Putih Salju

| Puisi | No Comments

Kata selembar kertas seputih salju,”Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selamanya. Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi abu putih daripada menderita kerana tersentuh kegelapan atau didekati oleh sesuatu yang kotor.” Tinta botol mendengar kata kertas itu. Ia tertawa dalam hatinya yang hitam, tapi tak berani…

Tanya Sang Anak

| Puisi | No Comments

Konon pada suatu desa terpencil Terdapat sebuah keluarga Terdiri dari sang ayah dan ibu Serta seorang anak gadis muda dan naif! Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu! Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita? Sang ibu menjawab,”Kerana ibu lebih kuat dari ayah!” Sang anak terdiam dan berkata,”Kenapa jadi begitu?”…

San Pek Eng Tay

| Novel | No Comments

PRAKATA PENERBITAN seri buku sastra negeri-negeri yang dinamakan secara tidak tepat dengan julukan Dunia Ketiga (itulah kebiasaan manusia yang buruk, cenderung mengotak-ngotakkan manusia dan bangsa-bangsa, dan bukannya melihat bangsa-bangsa dunia adalah menyatu dalam satu-umat manusia) telah lama kami pikirkan dan rencanakan di Yayasan Obor Indonesia. Bangsa-bangsa yang sedang berkembang di…

Pelangi di Langit Singasari [ 01 ]

| Pelangi di Langit Singasari | No Comments

oleh S.H. Mintardja [ Seri 01 ]   HAMPIR BERSAMAAN KEDUANYA mengangkat wajahnya, memandang ke dataran langit yang biru bersih. Warna-warna semburat merah yang dilontarkan oleh matahari yang kelelahan di punggung-punggung bukit di sebelah barat masih tampak menyangkut di ujung pepohonan. “Langit bersih,” desis salah seorang di antaranya. Seorang tua…

Pelangi di Langit Singasari [ 02 ]

| Pelangi di Langit Singasari | No Comments

oleh S.H. Mintardja [ Seri 02 ]   KARENA MAHISA AGNI masih tegak di pintu, berkatalah Ken Dedes, “Apakah kau akan berdiri saja di situ?” “Oh,” dan Mahisa Agni pun berjalan memasuki ruangan itu. Dilihatnya beberapa endang sedang sibuk membersihkan piring-piring tanah dan mangkuk. “Kau terlambat makan Kakang. Ayah, para…

Pelangi di Langit Singasari [ 03 ]

| Pelangi di Langit Singasari | No Comments

oleh S.H. Mintardja [ Seri 03 ]   KEMUDIAN Agni merasa tangan-tangan yang berkeriput itu membelai rambutnya dan kemudian menepuk pundaknya, “Bangkitlah Mahisa Agni. Duduklah supaya orang tidak melihat kejanggalan ini.” Mahisa Agni pun kemudian bangkit dan duduk di samping emban tua itu. Tetapi wajahnya masih ditundukkannya, memandang dalam-dalam ke…