Persembayangan

400

PERSEMBAHYANGAN

A. Trisandya
Salah satu dari Pamangku Pembantu memimpin Trisandya. mantram bersama-sama diucapkan oleh seluruh umat (Teks sesuai dengan Ketetapan Mahasabha PHDI PUSAT)
B. Kramaning Sembah
Dipimpin oleh Pamangku Manggala. Hanya Pamangku Manggala yang mengucapkan mantram. Sedangkan peserta sembahyang lainnya hanya diam atau (idak ikut mengucapkan mantram. Atau boleh ikut mengucapkan mantram tetapi dalam hati sehingga tidak terdengar oleg orang lain (Teks sesuai dengan Ketetapan Mahasabha PHDI PUSAT).
Sikap tangan:
Sikap tangan yang baik pada waktu bersembahyang adalah “cakup ing kara kalih” yaitu kedua telapak tangan dikatupkan diletakkan di depan ubun-ubun. Bunga atau Kewangen dijepitkan pada ujung jari.
Sarana yang disiapkan:
Dupa yang sudah menyala, Bunga dan Kewangen. Urut-urutan sembah:
Sembah Puyung (tanpa Sekar), mantram :
OM ATMA TATTWATMA SUDDHAMAM SWAHA.
Menyembah Sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Aditya.
Dengan sarana sekar, mantram:
OM ADITYA SYAPARAM JYOTI,
RAKTA TEJA NAMO ‘STU TE,
SWETA PANGKAJA MADHYASTHA,
BHASKARAYA NAMO’STUTE,

Menyembah Sang Hyang Widhi sebagai Ista Dewata pada hari dan tempat persembahyangan
Ista Dewata artinya Dewata yang ingin dihadirkan pada waktu pemuja memuja-NYA. Ista Dewata adalah perwujudan Tuhan dalam berbagai wujud (manifestasi)-NYA, seperti; Brahma, Wisnu, Iswara, Saraswati, Gana, dan sebagainya. Oleh karena itu, mantramnya bermacam-macam sesuai dengan Ista Dewata yang dipuja pada hari dan tempat itu. Misalnya pada hari Saraswati yang dipuja adalah Dewi Saraswati dengan Mantram Saraswati Stawa, Pada hari lain dipuja Ista Dewata yang lain dengan Stawa-stawa yang lain pula.
Pada persembahyangan umum seperti persembahyangan Purnama /Tilem, Ista Dewata yang dipuja adalah Sang Hyang Siwa yang berada di mana-mana.
Stawanya sebagai berikut: sarana kewangen, mantram:
OM NAMA DEWA ADHISTHANAYA,
SARWA WYAPI WAI SIWAYA,
PADMASANA EKA PRATISTHAYA,
ARDHA NARESWARYAI
NAMO NAMAH.
Menyembah Sang Hyang Widhi sebagai pemberi anugrah sarana kewangen, mantram:
OM ANUGRAHA MANOHARA,
DEWADATTA-ANUGRAHAKA,
ARCANAM SARWA PUJANAM,
NAMAH SARWA-ANUGRAHAKA.
DEWA-DEWI MAHASIDDHI,
YADNYA-ANGGA NIRMALA-ATMAKA,
LAKSMI SIDDHISCA DIRGHAYUH,
NIRWIGHNA SUKHA WREDDHISCA.
Sembah Puyung (tanpa sekar) Mantram:
OM DEWA SUKSMA PARAMA ACINTYA YA NAMA SWAHA.
Mejaya – jaya:
OM DIRGAHAYU BALA WERDHI SHANTY KRANAM
MRETYUN JAYA SASWATAM,
ROGADISAYA DUSTA KUSTA KALASYAM
CANDRA PRABHA PASWARAM.
RING MANTRAMCE CATUR BUJA TRINAYANAM,
WYALO PAWITRAM SIWAN SIDANCA,
MRETA DADYA SESUKANG ANGKARAM,
DEWAKSAYA WYANSAKAM,
SWETAM BERUHAM KARNIKU KARI GATAM.
DEWA SURAIH TAT PUJITAM,
MRETYU KRODA BALA,
MAHA KALA KRITI MAYAM KARPURA RINDHU PRABHA.
Ayu Werdhi :
OM AYU WERDHI YASA WERDHI,
WERDHI PRADNYA SUKHA SRYAN,
DHRAMA SENTANA WERDICA.
SANTUTE SAPTA WERDAYAH.
( dilanjutkan dengan natab )
( dilanjutkan dengan metirta )

~ Article view : [480]