Pura Besakih

By February 7, 2012 Dharma Yatra No Comments

Gambaran Umum mengenai Pura Besakih

Gambaran Umum mengenai pura Besakih, yang merupakan pedoman dasar pembangunan Pura Agung Besakih terbagi menjadi dua bentuk/wujud yaitu;
TRI MANDALA
beberapa pura yang tercakup dalam Tri Mandala terdiri dari sor, madya dan luhur mandala. terdapat 23 pelebahan pura.
Pura yang termasuk dalam jajaran Sor mandala yang terkenal dengan sebutan Soring ambal – ambal yaitu;
1.    Pura Dalem Puri, stana Ida Bhatara Siwa dengan manifestasinya sebagai Bhatari Durga.
2.    Pura Titi Gonggang / Marga Tiga, sebagai tempat berstananya Sang Suratma, pencatat segala perbuatan.
3.    Pura Manik Mas, stana Ida Bhatara Sangkara.
4.    Pura Tegal Penangsaran, sebagai tempat berstananya Sang Jogormanik, tempat mengadili roh-roh (kunci lembaga).
5.    Pura Prajapati / Jenggala, stana Hyang Panca Maha Bhuta.


Pura yang termasuk dalam jajaran Madya Mandala yaitu;
1.    Pura Basukihan / Puseh Jagat, sebagai sentral Panca Datu di wilayah besakih, stana Ida Bhatara Hyang Basuki manifestasi saktinya Bhatara Wisnu.
2.    Pura Banua Kawan, stana Bhatari Sri selaku dewi amertha.
3.    Pura Banua Kangin / Merajan Kangin, stana Ida Bhatara Rambut Peradah / Sri Sedana, sebagai dewa penguasa kekayaan.
4.    Pura Gua Raja, sebagai tempat mengeluarkan benda – benda maupun mahamertha atas restu dari Bhatara Basuki.
5.    Pura Bangun Sakti, meraga Panca Mahamertha Sang Hyang Naga Anantabhoga sebagai perlambang kekayaan.
Pura yang termasuk dalam jajaran Utama Mandala yaitu;
1.    Pura Catur Loka Pala (Dala), merupakan empat Pura yang mengitari Padma Tiga yang mengikuti 4 arah mata angin.
2.    Pura Catur Eswarya Dala, merupakan empat Pura yang mengitari Padma Tiga, secara menyilang.
3.    Pura Catur Lawa, merupakan empat Pura yang mengitari Padma Tiga, sebagai penyade Pura Catur Loka Pala.
4.    Pura Penataran Agung, tempat pelinggih Padma Tiga yang berada di tengah – tengah Utamaning Mandala.
jadi di komplek Pura Agung Besakih terdapat 23 pelebahan Pura yang mestinya diketahui oleh umat Hindu Indonesia, khususnya yang bermukim di Bali.

TUNJUNG KUNCUP
jika dilihat dari wujud tunjung secara utuh maka dapat dibagi menjadi bagian; akar, pangkal, batang, daun, dan bunga tunjung. Pura – pura yang termasuk dalam jajaran bunga tunjung kuncup adalah
Padma Tiga adalah sari bunga tunjung
•    Catur Lokapala dan Catur Eswarya Dala adalah kelopak bunganya
•    Catur Lawa adalah kelopak terluar pembungkus bunga tunjungnya.
Pura – pura yang termasuk dalam jajaran batang bunga tunjung adalah 5 kekuatan, yaitu
•    Kulit adalah simbol kekuatan Pura Bangun Sakti
•    Dami adalah simbol kekuatan Pura Goa Raja
•    Lapis adalah simbol kekuatan Pura Banua Kangin
•    Unteng adalah simbol kekuatan Pura Banua Kawan
•    Sumsum adalah simbol kekuatan Pura Basukian
Batang Daun Tunjung adalah
•    Pura Manik Mas
•    Pura Titi Gonggang
•    Pura Dalem Penangsaran
•    Pura Dalem Mrajapati / Jenggala
•    Pura Dalem Puri adalah bagian dari kekuatan pangkal dan akar tunjung.
Pura – pura yang termasuk dalam jajaran Pura Catur Loka Pala (Catur Loka Dala) adalah;
1.    PURA GELAP, dengan posisi di TIMUR Padma Tiga, sebagai stana Ida Bhatara Iswara.
2.    PURA ULUN KULKUL, dengan posisi di BARAT Padma Tiga, sebagai stana Ida Bhatara Mahadewa.
3.    PURA BATU MADEG, dengan posisi di UTARA Padma Tiga, sebagai stana Ida Bhatara Wisnu.
4.    PURA KIDULING KRETEG, dengan posisi di SELATAN Padma Tiga, sebagai stana Ida Bhatara Brahma.
Pura – pura yang termasuk dalam jajaran Pura Catur Eswarya Dala adalah;
1.    PURA PENGUBENGAN, sebagai stana Ida Bhatara Sambhu/Hyang Naga Taksaka.
2.    PURA PANINJOAN, sebagai stana Ida Bhatara Sangkara. pura ini dikenal sebagai tempat saat Mpu Kuturan / Rajakertha dalam kapasitas beliau sebagai Senapati Kuturan ketika melakukan peninjauan untuk melihat secara menyeluruh komplek Pura Agung Besakih, tatkala akan melaksanakan perbaikan/penyempurnaan di abad ke 10.
3.    PURA PASIMPANGAN, sebagai stana Ida Bhatara Hyang Rudra. sebagai tempat pemberhentian sementara Ida Bhatara Kabeh datang dari melasti.
4.    PURA PASUCIAN, sebagai stana Ida Bhatara Hyang Mahesora. sebagai tempat pesucian para Dewata Kabeh.
5.    PURA PENATARAN AGUNG, bertempat di hulu/tengah, tempat pelinggih PADMA TIGA. Sebagai stana Ida Bhatara Hyang Siwa Tiga dan Tri Murti yang ada dalam tataran Sapta Mandala.
Pura – pura yang termasuk dalam jajaran Pura Catur Lawa adalah;
1.    PURA RATU PASEK, dengan warna PUTIH selaku penyade/penanggungjawab di Pura Gelap.
2.    PURA RATU PANDE, dengan warna MERAH selaku penyade/penanggungjawab di Pura Kiduling Kreteg.
3.    PURA RATU PENYARIKAN, dengan warna KUNING selaku penyade/penanggungjawab di Pura Ulun Kulkul.
4.    PURA RATU DUKUH, dengan warna HITAM selaku penyade/penanggungjawab di Pura Batumadeg.
di komplek Pura Agung Besakih ini juga terdapat sumber air yang di pergunakan untuk menyelesaikan upacara yang dilaksanakan / diselenggarakan pada saat Karya Agung, disamping tirtha yang ada di jawa dan Lombok. Pura Tirtha yang dimaksud adalah;
1.    Tirtha Giri Kusuma, letaknya / berada di Gunung agung (Tohlangkir).
2.    Tirtha Pingit, letaknya / berada dibawah Tirtha Giri Kusuma di Madya Gunung Agung.
3.    Tirtha Putra, letaknya / berada disebelah utara jembatan, dibawah kanan Pura Kiduling Kreteg.
4.    Tirtha Sangku / Mangening, letaknya / berada utara Pura Batu Madeg, dekat Pura Paninjoan.
5.    Tirtha Empul, letaknya / berada di sebelah utara Pura Ulun Kulkul.
6.    Tirtha Sudhamala, letaknya / berada di sebelah utara Pura Dalem Puri
7.    Tirtha Dhiksa, letaknya / berada di sebelah selatan Pura Goa Raja.
8.    Tirtha Tirta Tunggang, letaknya / berada di utara Pura Bangun Sakti.
9.    Tirtha Telaga Waja, letaknya / berada di sebelah selatan Toya Esah.
semua tempat / keberadaan Tirtha – tirtha diatas merupakan “Tirtha SIDAKARYA” dalam rangka menyelesaikan / mamuput upakara / upacara besar maupun kecil.
berikut ini disampaikan realita dilapangan pada saat Ida Bhatara Kabeh tedun / memargi ke tempat pemelastian baik itu ke “Tegal Suci”, “Toya Esah” bahkan pada saat ada upacara besar seperti Eka Dasa Rudra, Tri Bhuwana dan Panca Wali Krama. Dalam perjalanan Beliau yang sangat panjang menuju “Segara Watu Klotok” di daerah klungkung, ditempuh dalam waktu tiga hari (2 kali marerepan).
Adapun urutan dudonan pemargi pada saat pemelastian adalah sebagai berikut ;
1.    Bedug dan Tambur
2.    Ilen – ilen upacara Bhatara di Luhur, Catur Lawa, Catur Loka Pala, Catur Eswarya Dala dan Tri Mandala.
3.    Bhatara Tirtha Pemarisudhan.
4.    Bhatara Ratu Pande.
5.    Bhatara Ratu Pasek.
6.    Bhatara Ratu Penyerikan.
7.    Bhatara Ratu Dukuh.
8.    Bhatara Brahma / Pura Kidulin Kreteg.
9.    Bhatara Lingsir / Pura Penataran Agung.
10.    Bhatara Iswara / Pura Gelap.
11.    Bhatara Shambu / Pura Pengubengan.
12.    Bhatara Basuki / Pura Puseh Jagat (Basukian).
13.    Bhatari Sri / Pura Banua Kawan.
14.    Bhatara Rambut Sedana / Mrajan Kanginan.
15.    Bhatara Mahadewa / Pura Ulun kulkul.
16.    Bhatara Pura Gua Raja.
17.    Bhatara Naga Anathaboga / Pura Bangun Sakti.
18.    Bhatara Rudra / Pura Pasimpangan.
19.    Bhatara Manik Mas
20.    Bhatara Marga Tiga
21.    Bhatara Dalem Penangsaran.
22.    Bhatara Mrajapati / Jenggala
23.    Bhatara Dalem Puri
24.    Bhatara Sangkara / Pura Paninjoan.
25.    Bhatara Mahesora / Pura Pasucian.
26.    Bhatara Wisnu / Pura Batu Madeg.
27.    Bhatara Pura Pedharman, apabila beliau yang ikut melasti dan status beliau sebagai penegep / pangiring Ida Bhatara Kabeh di Pura Agung Besakih termasuk ilen – ilennya.
dari keberadaan dan kelebihan – kelebihan yang terlihat jelas pada peranan dan fungsi disaat Beliau melasti, yang sepenuhnya diatur dan dikendalikan oleh Catur Lawa. jika persiapan segala sesuatunya sudah lengkap maka prosesi perjalanan melasti Ida Bhatara Kabeh, ditandai dengan “suara bedug tetamburan” yang ditabuhkan oleh pangempon di Pura Catur Lawa Ratu Pasek. bedug dan Tamburan ini ditabuh terus tanpa henti selama perjalanan Beliau menuju tempat pemelastian.

Sumber : www.umaseh.com~ Article view : [496]