Tokoh Mahabharata

Abimanyu

Posted by on Feb 27, 2013 in Tokoh Mahabharata | 0 comments

Pangeran Abimanyu (kiri) dan istrinya,
Utara (kanan)
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama: Abimanyu
Nama lain: Parthasuta;
Parthātmaja (Partha-Atmaja)
Aksara Dewanagari: अभिमन्यु
Ejaan Sanskerta: Abhiman’yu

Muncul dalam kitab: Mahabharata
Asal: Hastinapura, Kerajaan Kuru
Kasta: Ksatriya
Senjata: Panah
Pasangan: Utara
Anak: Parikesit

Abimanyu

Abimanyu

Abimanyu (Sanskerta: अभिमन्यु, abhiman’yu) adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata. Ia adalah putera Arjuna dari salah satu istrinya yang bernama Subadra. Ditetapkan bahwa Abimanyu-lah yang akan meneruskan Yudistira. Dalam wiracarita Mahabharata, ia dianggap seorang pahlawan yang tragis. Ia gugur dalam pertempuran besar di Kurukshetra sebagai kesatria termuda dari pihak Pandawa, karena baru berusia enam belas tahun. Abimanyu menikah dengan Utara, puteri Raja Wirata dan memiliki seorang putera bernama Parikesit, yang lahir setelah ia gugur.Daftar isi [tampilkan]

Arti nama

Abimanyu terdiri dari dua kata Sanskerta, yaitu abhi (berani) dan man’yu (tabiat). Dalam bahasa Sansekerta, kata Abhiman’yu secara harfiah berarti “ia yang memiliki sifat tak kenal takut” atau “yang bersifat kepahlawanan”.

Kelahiran, pendidikan, dan pertempuran

Saat belum lahir karena berada dalam rahim ibunya, Abimanyu mempelajari pengetahuan tentang memasuki formasi mematikan yang sulit ditembus bernama Chakrawyuha dari Arjuna. Mahabharata menjelaskan bahwa dari dalam rahim, ia menguping pembicaraan Kresna yang sedang membahas hal tersebut dengan ibunya, Subadra. Kresna berbicara mengenai cara memasuki Chakrawyuha dan kemudian Subadra (ibu Abimanyu) tertidur maka sang bayi tidak memiliki kesempatan untuk tahu bagaimana cara meloloskan diri dari formasi itu.- Post view : (69)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • Diigo
  • DZone
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • Global Grind
  • Gwar
  • IndianPad
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • LinkedIn
  • Linkter
  • Live
  • MisterWong.DE
  • MSN Reporter
  • Netvibes
  • Ping.fm
  • Yigg
Read More

Adirata

Posted by on Feb 27, 2013 in Tokoh Mahabharata | 0 comments

Dalam wiracarita Mahabharata, Adirata (अधिरथ; Adhiratha) adalah seorang kusir dan merupakan ayah angkat Adipati Karna. Ia menjabat sebagai kusir Raja Dretarastra. Anaknya — Karna — menjadi kesatria tangguh sekaligus raja di Angga dan turut berpartisipasi dalam perang di Kurukshetra.

Adirata

Adirata

Adirata dalam Mahabharata

Adirata memungut Karna (Radheya) di sungai Gangga, pada saat ia melakukan sembahyang pagi. Mulanya Adirata melihat sesuatu berkilauan di tengah sungai, seperti permata yang mengambang. Namun setelah benda tersebut mendekat, Adirata sadar bahwa benda itu adalah sebuah kotak. Kemudian ia berenang untuk meraih kotak tersebut, dan mendapati bahwa di dalamnya terdapat seorang bayi. Di dalam kotak tersebut juga terbungkus baju zirah dan anting-anting.

Setelah memungut bayi tersebut, Adirata segera memberitahu istrinya, yaitu Radha. Kemudian mereka menamai bayi tersebut Wasusena, karena pada saat ditemukan, anak tersebut disertai dengan baju zirah dan anting-anting. Namun, Adirata sering memanggilnya Radheya, yang secara harfiah berarti putra Radha.

Adirata dan Radha merawat Radheya dengan penuh kasih sayang. Pada saat Radheya berusia enam belas tahun, Adirata membelikannya sebuah kereta dan kuda. Namun minat Radheya mengarah kepada ilmu perang dan panah. Ia tidak tertarik untuk menjadi seorang kusir seperti ayahnya. Dengan mengamati kepribadian tersebut, Adirata yakin bahwa Radheya merupakan keturunan ksatriya. Kemudian, karena merasa Radheya sudah cukup dewasa untuk mengetahui asal-usulnya, maka Adirata dan Radha pun menceritakan masa lalu Radheya. Mereka juga memberitahukan dimana ia dipungut dan bagaimana keadaannya pada saat itu. Setelah mendengar penjelasan orangtuanya, Radheya pergi merantau, lalu berguru pada Parasurama (Rama Bhargawa) untuk menjadi seorang kesatria.- Post view : (40)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • Diigo
  • DZone
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • Global Grind
  • Gwar
  • IndianPad
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • LinkedIn
  • Linkter
  • Live
  • MisterWong.DE
  • MSN Reporter
  • Netvibes
  • Ping.fm
  • Yigg
Read More

Amba

Posted by on Feb 27, 2013 in Tokoh Mahabharata | 0 comments

Amba (Sanskerta: अम्‍बा ;Ambā) adalah putri sulung dari raja di Kerajaan Kasi dalam wiracarita Mahabharata. Bersama dengan tiga adiknya yang lain, yaitu Ambika dan Ambalika, Amba diboyong ke Hastinapura oleh Bisma untuk diserahkan kepada Satyawati dan dinikahkan kepada adiknya yang bernama Wicitrawirya, raja Hastinapura.
Sayembara di Kerajaan Kasi

Menurut legenda, sudah menjadi tradisi bagi kerajaan Kasi untuk memberikan putrinya kepada pangeran keturunan Kuru, namun tradisi tersebut tidak dilaksanakan ketika Wicitrawirya mewarisi tahta Hastinapura, padahal ia merupakan pangeran keturunan Kuru. Kerajaan Kasi memilih untuk menemukan jodoh putrinya lewat sebuah sayembara. Untuk menikahkan Wicitrawirya dengan para puteri Kasi, Bisma datang ke tempat sayembara. Ia mengalahkan semua peserta yang ada di sana, termasuk Raja Salwa yang konon amat tangguh. Bisma memboyong Amba tepat pada saat Amba memilih Salwa sebagai suaminya, namun hal itu tidak diketahui oleh Bisma dan Amba terlalu takut untuk mengatakannya.- Post view : (41)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • Diigo
  • DZone
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • Global Grind
  • Gwar
  • IndianPad
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • LinkedIn
  • Linkter
  • Live
  • MisterWong.DE
  • MSN Reporter
  • Netvibes
  • Ping.fm
  • Yigg
Read More

Ambalika

Posted by on Feb 27, 2013 in Tokoh Mahabharata | 0 comments

Dalam Mahabharata, Ambalika (Sanskerta: अम्बालिका) merupakan puteri Raja Kasi dan istri dari Wicitrawirya, Raja Hastinapura.

Bersama dengan saudaranya, yaitu Amba dan Ambika, ia direbut oleh Bisma dalam sebuah sayembara (Bisma menantang para raja dan pangeran yang berkumpul lalu menaklukkan mereka.) Bisma mempersembahkan mereka kepada Satyawati untuk dinikahkan kepada Wicitrawirya. Namun Wicitrawirya wafat dalam usia muda sebelum memberikan keturunan kepada Ambalika.

- Post view : (42)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • Diigo
  • DZone
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • Global Grind
  • Gwar
  • IndianPad
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • LinkedIn
  • Linkter
  • Live
  • MisterWong.DE
  • MSN Reporter
  • Netvibes
  • Ping.fm
  • Yigg
Read More

Anantaraja

Posted by on Feb 27, 2013 in Tokoh Mahabharata | 0 comments

Anantaraja, atau yang lebih sering disingkat Antareja, adalah salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam Mahabharata karena merupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Ia merupakan putra sulung Wrekodara atau Bimasena dari keluarga Pandawa.

Dalam pewayangan klasik versi Surakarta, Antareja merupakan nama lain dari Antasena, sedangkan versi Yogyakarta menyebut Antasena sebagai adik lain ibu Antareja, selain Gatutkaca. Sementara itu dalam pewayangan zaman para dalang versi Surakarta umumnya juga mengisahkan Antareja dan Antasena sebagai dua orang tokoh yang berbeda.- Post view : (40)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • Diigo
  • DZone
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • Global Grind
  • Gwar
  • IndianPad
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • LinkedIn
  • Linkter
  • Live
  • MisterWong.DE
  • MSN Reporter
  • Netvibes
  • Ping.fm
  • Yigg
Read More

Arjuna

Posted by on Feb 27, 2013 in Tokoh Mahabharata | 0 comments

Arjuna (Sanskerta: अर्जुन; Arjuna) adalah nama seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia dikenal sebagai sang Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya. Ia adalah putra Prabu Pandudewanata, raja di Hastinapura dengan Dewi Kunti atau Dewi Prita, yaitu putri Prabu Surasena, Raja Wangsa Yadawa di Mandura. Arjuna merupakan teman dekat Kresna, yaitu awatara (penjelmaan) Bhatara Wisnu yang turun ke dunia demi menyelamatkan dunia dari kejahatan. Arjuna juga merupakan salah orang yang sempat menyaksikan “wujud semesta” Kresna menjelang Bharatayuddha berlangsung. Ia juga menerima Bhagawadgita atau “Nyanyian Orang Suci”, yaitu wejangan suci yang disampaikan oleh Kresna kepadanya sesaat sebelum Bharatayuddha berlangsung karena Arjuna masih segan untuk menunaikan kewajibannya.
Ilustrasi Arjuna.
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama: Arjuna
Nama lain: Phalguna, Jishnu, Kriti, Bharatasresta, Sawyasachi, Swetawahana, Wrehatnala; dan lain-lain.
Aksara Dewanagari: अर्जुन
Ejaan Sanskerta: Arjuna; Arjun

Muncul dalam kitab: Mahabharata, Bhagawadgita, Purana, dan lain-lain.
Asal: Hastinapura, Kerajaan Kuru
Senjata: Panah Pasupati, Panah Brahma Astra, Busur Gandiwa, dan lain-lain.
Dinasti: Kuru; Bharata
Pasangan: Dropadi, Subadra, Ulupi, dan Citrānggadā
Anak: Abimanyu, Irawan,
Babruwahana, dan Srutakirti.

Arti nama

Arjuna

Arjuna

Dalam bahasa Sanskerta, secara harfiah kata Arjuna berarti “bersinar terang”, “putih” , “bersih”. Dilihat dari maknanya, kata Arjuna bisa berarti “jujur di dalam wajah dan pikiran”.

Arjuna mendapat julukan “Kuruśreṣṭha” yang berarti “keturunan dinasti Kuru yang terbaik”. Ia merupakan manusia pilihan yang mendapat kesempatan untuk mendapat wejangan suci yang sangat mulia dari Kresna, yang terkenal sebagai Bhagawadgita (nyanyian Tuhan).

Ia memiliki sepuluh nama: Arjuna, Phālguna, Jishnu, Kirti, Shwetawāhana, Wibhatsu, Wijaya, Pārtha, Sawyashachi (juga disamakan dengan Sabyasachi), dan Dhananjaya. Ketika ia ditanya tentang sepuluh namanya sebagai bukti identitas, maka ia menjawab:“ Sepuluh namaku adalah: Arjuna, Phālguna, Jishnu, Kirti, Shwetawāhana, Wibhatsu, Wijaya, Pārtha, Sawyashachi dan Dhananjaya. Aku dipanggil Dhananjaya ketika aku menaklukkan seluruh raja pada saat Yadnya Rajasuya dan mengumpulkan harta mereka. Aku selalu bertarung sampai akhir dan aku selalu menang, itulah sebabnya aku dipanggil Wijaya. Kuda yang diberikan Dewa Agni kepadaku berwarna putih, itulah sebabnya aku dipanggil Shwetawāhana. Ayahku Indra memberiku mahkota indah ketika aku bersamanya, itulah sebabnya aku dipanggil Kriti. Aku tidak pernah bertarung dengan curang dalam pertempuran, itulah sebabnya aku dipanggil Wibhatsu. Aku tidak pernah menakuti musuhku dengan keji, aku bisa menggunakan kedua tanganku ketika menembakkan anah panah, itulah sebabnya aku disebut Sawyashachī. Raut wajahku unik bagaikan pohon Arjun, dan namaku adalah “yang tak pernah lapuk”, itulah sebabnya aku dipanggil Arjuna. Aku lahir di lereng gunung Himawan, di sebuah tempat yang disebut Satsringa pada hari ketika bintang Uttarā Phālgunī berada di atas, itulah sebabnya aku disebut Phālguna. Aku disebut Jishnu karena aku menjadi hebat ketika marah. Ibuku bernama Prithā, sehingga aku disebut juga Pārtha. Aku bersumpah bahwa aku akan menghancurkan setiap orang yang melukai kakakku Yudistira dan menaburkan darahnya di bumi. Aku tak bisa ditaklukkan oleh siapa pun. ”

Kelahiran

Dalam Mahabharata diceritakan bahwa Raja Hastinapura yang bernama Pandu tidak bisa melanjutkan keturunan karena dikutuk oleh seorang resi. Kunti (istri pertamanya) menerima anugerah dari Resi Durwasa agar mampu memanggil Dewa-Dewa sesuai dengan keinginannya, dan juga dapat memperoleh anak dari Dewa tersebut. Pandu dan Kunti memanfaatkan anugerah tersebut kemudian memanggil Dewa Yama (Dharmaraja; Yamadipati), Dewa Bayu (Marut), dan Dewa Indra (Sakra) yang kemudian memberi mereka tiga putra. Arjuna merupakan putra ketiga, lahir dari Indra, pemimpin para Dewa.- Post view : (46)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • Diigo
  • DZone
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • Global Grind
  • Gwar
  • IndianPad
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • LinkedIn
  • Linkter
  • Live
  • MisterWong.DE
  • MSN Reporter
  • Netvibes
  • Ping.fm
  • Yigg
Read More