ARTIKEL TERBARU

SUARAMANTRA

BHAGAWAD GITA

Bab 02 – Dimulailah Ajaran Bhagavat Gita

Berkatalah Sanjaya : 1. Sang Kreshna pun penuh dengan perasaan iba bersabda kepada Arjuna yang sedang dalam keadaan gundah, dan kedua matanya penuh dengan linangan air mata dan merasa dirinya tanpa semangat dan harapan lagi. Berkatalah Sang Kreshna Yang Maha Pengasih : 2. Dari manakah timbulnya depresi batinmu ini, pada saat-saat yang penuh dengan krisis seperti ini? Menolak berperang adalah tidak pantas untuk seorang Aryan. Penolakan ini akan menutup pintu masuk ke sorga. Penolakan ini adalah puncak dari kehinaan, oh Arjuna! 3. Janganlah bertindak sebagai seorang pengecut, oh Arjuna! Tiada laba yang akan kau petik dari kelakuanmu ini. Buanglah jauh-jauh kelemahan hatimu. Bangkitlah, wahai Arjuna! Berkatalah Arjuna : 4. Bagaimana mungkin, wahai Kreshna, daku menyerang Bhisma dan Drona dengan panah-panahku dalam perang ini? Bukankah mereka sebenarnya layak untuk dijunjung tinggi, oh Kreshna?

Bab 17 – Tiga Jenis Kepercayaan [ page 4 ]

17. Ketiga tapa (di atas) ini disebut sattvik, seandainya dilaksanakan dengan iman yang tinggi oleh mereka-mereka yang stabil pikirannya dan tanpa mengharapkan pamrih. 18. Tapa-tapa yang dilakukan...

Bab 03 – Jalan Aksi [ page 4 ]

31. Barangsiapa menjalankan ajaran-ajaranKu ini penuh dengan kepercayaan dan lepas dari mencari-cari kesalahan (ajaran ini) maka mereka juga akan lepas dari keterikatan kerja. 32. Tetapi...

Bab 18 – Kata Terakhir [ page 2 ]

7. Sebenarnya mengesampingkan pekerjaan-pekerjaan yang sudah seharusnya itu, adalah tidak benar. Memasrahkan dengan cara tersebut karena kebodohan, disebut bersifat tamasik (gelap). Pekerjaan atau perbuatan yang sudah...

Empat Tipe Perempuan Jawa Kuno

oleh : Risa Herdahita Putri Perempuan Jawa Kuno dibagi dalam empat tipe, dari paling utama sampai paling buruk. KEN Angrok terperangah ketika tanpa sengaja melihat betis Ken Dedes....

Putru Saji Tarpana

OÝ AWIGNA ASTU NAMASIDA. IKI KRAMANING PUTRU SAJI TARPANA Wnang uncarakna ritatkalaning ngaskara Sanghyang Pirata, lwirnya: yan karya ngaben, benjang palêbon ngadaslêmah, uncarakna; yaning makirim, yadyan ring pangrorasan. Irika...

Sadpada Ngisep Kembang

Tuntunan Pamuspan

Pupuh Warga Sari

Kidung Pitra Yadnya

MAJAPAHIT

Kidung Dewa Yadnya

MENDAK BHATARA (wargasari) 1.Asep pejati wus katur, Mendak Ida Bhatarane, Peneteg lan canang arum, Canang gantal canang sari, Parekan pada menangkil, Pedek sami nunas ica, Ngadpada manyungsung, Mengaturang palinggih. 2.Tengeran Bhatara rawuh, Ketug lindu manggalana, Kilat...

Sadpada Ngisep Kembang

Geguritan Yadnyawati

Piteket

SUARAMANTRA

ART BY MANTRA ARDHANA

DHARMA YATRA

PARIKRAMAN PEMANGKU

Makna Sanggah Turus Lumbung Dalam Hindu-Bali

Sanggah Turus Lumbung adalah sanggah yang terbuat dari pohon dapdap dan juga di awal pembuatan sanggah, banyak umat yang menggunakan pepohonan ini yang dipercayai...

Melukat

Kata Melukat adalah berasal dari bahasa jawa kuno yaitu lukat yang artinya bersih, melukat yang simpel bisa kita laksanakan pada mata air /aliran sungai...

Mendak ngubeng betara

MOHON BETARA TURUN SESUAI DENGAN PURA YANG BERSANGKUTAN (ISTA DEWATA, UTPETI, STITI/ ADEKU). Mendak Ngubeng. Purwa. OM ISWARA PURWA DESANCA, TEJO MAYA SWETA RUPAM, AMERTHA RAKTA YA SAMPURNAM, SARWA JAGAT...

Ngelinggahang

NUWUR DEWA / NGELINGGIHANG A Pa De Ku Astra Mantra : (Magenta ngagem Sekar) OM UNG RAH PHAT ASTRA YA NAMAH. OM ATMA TATWATMA SUDHAMAM SWAHA OM OM KSAMA...

Banten Canang

Besar/kecilnya volume Banten Canang tergantung dari kemampuan riil kita. Maka disediakan sembilan alternatif volume banten sebagai berikut : mula-mula dibagi dalam 3 kelompok :...

Penyucian Raga Sarire

PENYUCIAN RAGA SARIRA PARIKRAMANING PAMANGKU   Manganjali mengucapkan Mulastawa, mantra : OM AWIGHNAM ASTU NAMA SIDDHAM OM PRASADHA STHITI SARIRA SIWA SUCI NIRMALA YA NAMAH SWAHA. “OM, OM PADMASANA YA...

Persembayangan

PERSEMBAHYANGAN A. Trisandya Salah satu dari Pamangku Pembantu memimpin Trisandya. mantram bersama-sama diucapkan oleh seluruh umat (Teks sesuai dengan Ketetapan Mahasabha PHDI PUSAT) B. Kramaning Sembah Dipimpin oleh...

Sanggah Kamulan Dalam Hindu Bali

Sanggah Kamulan berasal dari dua kata yaitu: sanggah (sanggar) yang artinya tempat pemujaan dan kamulan artinya (mula) artinya akar, umbi, dasar, permulaan, asal. Kamulan...

Maha Mrityunjaya Mantra

Dua mantra besar Veda adalah mantra Gayatri dan Maha Mrityunjaya Mantra. Gayatri mantra, dengan menciptakan getaran kuat, menghilangkan kesedihan yang lahir dari ketidaktahuan. Ini...

KERAJAAN MAHABHARATA

Trigarta

Kerajaan Mahabaratha
Tiongkok Kerajaan Trigarta merupakan salah satu kerajaan yang muncul dalam kisah epik Mahabharata. Mahabharata menguraikan dua Kerajaan Trigarta yang berbeda, yang satu berada di barat...

Rishika

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Rishika merupakan kerajaan yang dihuni bangsa Rishika dari wilayah Utara Himalaya dan mereka memiliki hubungan yang terbatas dengan kerajaan India lainnya. Kerajaan tersebut...

Wangga

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Wangga (ejaan Sansekerta: Vanga) merupakan kerajaan yang terletak di wilayah India Timur, yang mana di masa sekarang bernama Benggala. Bangsa di sana merupakan...

Saka

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Saka dihuni oleh suku bangsa Saka yang merupakan kelompok bangsa Mlechcha, bersama dengan Yawana, Tushara dan Barbara. Mereka kemudian dikenal sebagai Scythian. Mereka...

PANDUAN RINGKAS MEBANTEN

Panduan rinkas mebanten [ bab 1 ]

Bab 1 TUJUAN LUHUR MEBANTEN Tujuan tertinggi dalam ajaran Hindu yang diharapkan dapat tercapai bagi semua mahluk adalah “moksartham jagadhita ya ca iti dharma”, yang berarti...

Panduan rinkas mebanten [ bab 2 ]

Bab 2 TRI MANGGALANING YADNYA Persembahan yang baik adalah persembahan yang memiliki kualitas kesucian. Karena dengan kualitas yang suci barulah persembahan bisa menjadi segel suci...

Panduan rinkas mebanten [ bab 3 ]

Bab 3 WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEBANTEN Kegiatan kita melaksanakan mebanten di lingkungan masing-masing sebagai jagadhita dharma, akan lebih baik jika dilaksanakan sesuai dengan putaran...

Panduan rinkas mebanten [ bab 4 ]

Bab 4 TEMPAT-TEMPAT MEBANTEN Kita mengetahui bahwa terkait mebanten, ada bentuk tradisi dan tattwa yang berbeda-beda diantara satu daerah dan daerah lainnya. Terdapat berbagai ragam...

TOKOH RAMAYANA

Ramayana

Wiswamitra

Ramayana

Wibisana

CERITA MAHABHARATA

TOKOH DALAM CERITA MAHABHARATA

RAMAYANA