suaramantra

ARTIKEL TERBARU

SUARAMANTRA


Mohon support  WEB Sastra Bali dengan mensubscribe channel youtube ORGANIC MIND


BHAGAWAD GITA

Bab 16 – Yang Berhati Suci dan Yang Berhati Iblis [...

10. Menyerahkan diri mereka kepada nafsu-nafsu yang tak pernah terpuaskan dengan kemunafikan, kedengkian, dan kepentingan diri-pribadi, tergantung pada ide-ide yang salah akibat ilusi, mereka ini...

Bab 18 – Kata Terakhir [ page 4 ]

37. Yang terasa bagaikan racun pada awalnya tetapi serasa air-surgawi pada akhirnya, dan yang terpancar dari pengertian yang murni dari Sang Atman -kebahagiaan tersebut dikatakan...

Bab 03 – Jalan Aksi [ page 2 ]

11. Dengan yagna, atau pengorbanan, berikanlah kepada para dewa, dan para dewa akan memberikannya kembali kepadamu yang kau pinta. Dengan saling memberikan kepada mereka ini...

Bab 11- Transformasi Sang Kresna [ page 3 ]

21. Jajaran para dewa mendekat dan menyatu denganMu, mereka mengatubkan kedua telapak tangan mereka dengan ketakutan, MemujaMu! Para Resi dan Siddha (mereka yang telah sempurna)...

Empat Tipe Perempuan Jawa Kuno

oleh : Risa Herdahita Putri Perempuan Jawa Kuno dibagi dalam empat tipe, dari paling utama sampai paling buruk. KEN Angrok terperangah ketika tanpa sengaja melihat betis Ken Dedes....

Putru Saji Tarpana

OÝ AWIGNA ASTU NAMASIDA. IKI KRAMANING PUTRU SAJI TARPANA Wnang uncarakna ritatkalaning ngaskara Sanghyang Pirata, lwirnya: yan karya ngaben, benjang palêbon ngadaslêmah, uncarakna; yaning makirim, yadyan ring pangrorasan. Irika...

Sadpada Ngisep Kembang

Tuntunan Pamuspan

Pupuh Warga Sari

Kidung Pitra Yadnya

MAJAPAHIT

Geguritan Yadnyawati

Om Awighnam Astu Pupuh Ginanti 1. Laksana ujud ipun, pala karma anggon bukti, tingkahé dini di pada, suka duka riin panggih, réh mapunya pêtêng lêmah, mapikolih...

Geguritan Arya Tangkas

Geguritan Durma

Geguritan Calonarang

KIDUNG ARAS

SUARAMANTRA

ART BY MANTRA ARDHANA

DHARMA YATRA

PARIKRAMAN PEMANGKU

Ngayaban Banten ( ke Luhur )

ACARA MENGAYABKAN (MENGHATUR-KAN) BANTEN SAJIAN KE LUHUR (Dewa Bhatara) Acara mengayabkan banten ke luhur (Dewa Bhatara) Pada acara persembahyangan harian Mengundang Dewa saksi Mengundang Dewa saksi (aspek Hyang Widhi...

Penutup

PENUTUP DAN PARAMA SHANTI PINANDITA MELANJUTKAN PUJA PENGUSAN. Pelaksanaan penutup ini berbarengan dengan pada saat Pamangku Pembantu melayani petirtaan umat. Dengan demikian berakhirnya Upacara semakin cepat. Puja...

Bunga Yang Baik Di Pakai Sembahyang

Bunga; "kembang" atau "sekar" yang digunakan sebagai sarana sembahyang danupacara yadnya disebutkan adalah lambang kesucian, sehingga diusahakan bunga seperti berikut : Segar,  Bersih, dan  Harum,  sebagaimana dijelaskan dalam kutipan artikel kramaning sembah dalam...

Catur Sanak – Kelahiran Manusia Mempunyai Saudara Empat

Dalam kehidupan manusia kita mengenal dengan saudara dalam arti yang cukup luas, tapi kehidupan bukan hanya fisik yang nyata dalam batas ruang dan waktu,...

Ngayab Banten ke Sor ( Bhuta Kala )

NGAYAB (MENGATURKAN) BANTEN KE SOR (bhuta kala) Mengundang Bhuta kala (sikap memakai genta) mantra: OM SANG KALA EKAWARA, SANG KALA DWI WARA, SANG KALA TRI WARA, MANUSANIRA...

Makna Sanggah Turus Lumbung Dalam Hindu-Bali

Sanggah Turus Lumbung adalah sanggah yang terbuat dari pohon dapdap dan juga di awal pembuatan sanggah, banyak umat yang menggunakan pepohonan ini yang dipercayai...

Kayu Dapdap

Menyebut nama Kayu Dapdap, maka dalam pembuatan berbagai sarana upacara atau bebantenan Kayu Dapdap ini sangat sering disebutkan dan dibutuhkan untuk melengkapinya. Bahkan sebelum...

Banten Canang

Besar/kecilnya volume Banten Canang tergantung dari kemampuan riil kita. Maka disediakan sembilan alternatif volume banten sebagai berikut : mula-mula dibagi dalam 3 kelompok :...

Anglukat Bebantenan ( seha )

ANGLUKAT BEBANTENAN ( seha ) PARIKRAMANING PAMANGKU Inilah PARIKRAMANING Kl PAMANGKU PURA tatkala menggelar puja-stawa-mantra dan seha (sontengan) dalam mengantar Persembahyangan Umum pada Pura Parhyangan Sakti...

KERAJAAN MAHABHARATA

Uttara Kuru

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Uttara Kuru berada di sebelah utara Himalaya. Kerajaan tersebut berbeda dengan kerajaan Dinasti Kuru yang dipimpin oleh Korawa dan Pandawa. Beberapa sejarawan mengidentifikasi...

Rishika

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Rishika merupakan kerajaan yang dihuni bangsa Rishika dari wilayah Utara Himalaya dan mereka memiliki hubungan yang terbatas dengan kerajaan India lainnya. Kerajaan tersebut...

Wangga

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Wangga (ejaan Sansekerta: Vanga) merupakan kerajaan yang terletak di wilayah India Timur, yang mana di masa sekarang bernama Benggala. Bangsa di sana merupakan...

Saka

Kerajaan Mahabaratha
Kerajaan Saka dihuni oleh suku bangsa Saka yang merupakan kelompok bangsa Mlechcha, bersama dengan Yawana, Tushara dan Barbara. Mereka kemudian dikenal sebagai Scythian. Mereka...

PANDUAN RINGKAS MEBANTEN

Panduan rinkas mebanten [ bab 1 ]

Bab 1 TUJUAN LUHUR MEBANTEN Tujuan tertinggi dalam ajaran Hindu yang diharapkan dapat tercapai bagi semua mahluk adalah “moksartham jagadhita ya ca iti dharma”, yang berarti...

Panduan rinkas mebanten [ bab 2 ]

Bab 2 TRI MANGGALANING YADNYA Persembahan yang baik adalah persembahan yang memiliki kualitas kesucian. Karena dengan kualitas yang suci barulah persembahan bisa menjadi segel suci...

Panduan rinkas mebanten [ bab 3 ]

Bab 3 WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEBANTEN Kegiatan kita melaksanakan mebanten di lingkungan masing-masing sebagai jagadhita dharma, akan lebih baik jika dilaksanakan sesuai dengan putaran...

Panduan rinkas mebanten [ bab 4 ]

Bab 4 TEMPAT-TEMPAT MEBANTEN Kita mengetahui bahwa terkait mebanten, ada bentuk tradisi dan tattwa yang berbeda-beda diantara satu daerah dan daerah lainnya. Terdapat berbagai ragam...

TOKOH RAMAYANA

Ramayana

Wiswamitra

Ramayana

Wibisana

CERITA MAHABHARATA

TOKOH DALAM CERITA MAHABHARATA

RAMAYANA